Follow our news chanel

Previous
Next

Konflik air sebabkan produksi padi di daerah ini terus merosot

Ilustrasi penanaman padi - Pexels.com.
Konflik air sebabkan produksi padi di daerah ini terus merosot 1 i Papua
Ilustrasi penanaman padi – Pexels.com.

“Penurunan pasokan air akibat konflik dari petani dan pembudi daya ikan, penurunan produksi juga karena pengaruh musim,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sleman, Jubi – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat produksi padi di Sleman timur yang meliputi Kecamatan Berbah, Prambanan, dan Kalasan terus merosot dalam kurun empat tahun terakhir.  Kondisi itu disebut akibat pengaruh musim dan minimnya pasokan air melalui Selokan Mataram.

“Penurunan pasokan air akibat konflik dari petani dan pembudi daya ikan, penurunan produksi juga karena pengaruh musim,” kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Heru Saptono, Jum’at (7/2/2020).

Baca juga : Produksi padi daerah ini terancam serangan hama tikus

Serangan keong matikan puluhan hektare tanaman padi di Kulon Progo

Kota Jayapura kembangkan padi jenis Ciherang

Loading...
;

Tercatat di wilayah Berbah pada 2016, produksi mencapai 19,05 ton, namun tahun berikutnya merosot drastis menjadi 17,08 ton dan kembali turun di 2018 dan 2019, masing-masing sebanyak 14,08 ton dan 13,86 ton.

“Di Kecamatan Prambanan, dari awalnya capaian produksi sebanyak 19,03 ton pada 2016, turun menjadi 17,56 ton di 2017. Dua tahun berikutnya, anjlok ke angka 16,56 ton dan 14,3 ton,” kata Saptono menambahkan.

Sedangkan di Kecamatan Kalasan, produksi padi sepanjang 2016 sebanyak 22,11 ton, pada 2017 sebanyak 19,53 ton, pada 2018 turun lagi menjadi 17,03 ton, dan pada 2019 anjlok menjadi 16,76 ton.

“Penurunan produksi padi sawah di tiga kecamatan sisi timur Kabupaten Sleman itu dipengaruhi oleh persoalan irigasi dari Selokan Mataram. Namun faktor musim juga memberikan pengaruh, kondisi cuaca akhir-akhir ini tidak menentu,” kata Saptono menjelaskan.

Saat ini pemerintah stempat berupaya refungsionalisasi Selokan Mataram yang diharapkan bisa mendongkrak hasil panenan padi di Sleman timur, setidaknya lahan pertanian tidak mengalami puso.

Sebelumnya DP3 Kabupaten Sleman dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) menutup pintu flushing Grojogan di Dusun Nanggulan, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok. Penutupan itu ini merupakan persoalan distribusi air Selokan Mataram yang diperebutkan oleh kelompok petani tanaman pangan dan pembudi daya ikan di wilayah Kalasan dan sekitarnya.

Kepala Seksi Pelaksanaan Op BBWSSO, Hanugrah Purwadi, mengatakan sesuai aturan, irigasi Selokan Mataram seharusnya diprioritaskan untuk pengairan sawah. Namun sejak empat tahun terakhir, petani di Sleman timur kesulitan mendapatkan air karena diduga disabotase oleh kelompok pembudi daya ikan.

“Setelah ditelusuri dugaan tersebut terbukti, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengelasan pintu flushing Grojogan agar tidak lagi diambil secara ilegal,” kata Purwadi.

Sedangkan penutupan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan, sampai ditemukan angka kebutuhan debit air yang aktual.

“Tapi pastinya belum tahu karena kondisi iklim sering berubah,” katanya. (*)
Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top