Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kongres FLNKS tunjukkan berbagai visi untuk Kaledonia Baru

Daniel Goa (Kiri).- RNZI/ AFP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nouméa, Jubi – Kongres gerakan pro-kemerdekaan Kaledonia Baru, FLNKS, akhir pekan lalu telah gagal mencapai kesepakatan tentang kelanjutan bangsa itu, jika mayoritas pemilih memutuskan untuk merdeka dari Prancis tahun depan.

Sebagian besar partai telah menyatakan keinginan untuk membentuk dan menjalin kemitraan dengan Prancis, sementara partai Caledonian Union masih memilih kedaulatan penuh.

Pertanyaan dalam referendum pertama Kaledonia Baru tahun lalu di bawah Perjanjian Nouméa, menanyakan pemilih apakah mereka ingin Kaledonia Baru merdeka dan memiliki kedaulatan penuh. Lebih dari 56 % suara memilih status quo, meski semua jajak pendapat sebelum referendum itu memperkirakan jumlah suara yang menolak merdeka akan lebih tinggi.

Sebagian besar pemilih di Provinsi Utara dan Kepulauan Loyalty memilih merdeka, sementara mayoritas yang sangat besar di Provinsi Selatan memilih untuk menentangnya.

Mereka yang mengkritik gagasan kemitraan dengan Prancis, merasa pengaturan seperti ini akan mengarah pada suatu bentuk neo-kolonialisme.

Referendum kedua, dari tiga yang diperbolehkan, mengenai kemerdekaan Kaledonia Baru mungkin akan jatuh pada September tahun depan.

Loading...
;

FLNKS terganggu dengan strategi perusahaan tambang nikel Vale

Kritik juga dilayangkan mengenai rencana untuk mengekspor bijih nikel Kaledonia Baru sebagai bagian dari strategi baru oleh Vale, perusahaan tambang Brazil di negara itu.

Vale telah mengumumkan akan menjual tambang nikelnya di sebelah selatan Kaledonia Baru, tetapi berencana untuk mengekspor bijih nikel yang sudah ditambang agar diproses di tempat lain. Namun, menurut kritik, ekspor semacam itu hanya dapat dilakukan jika ada amendemen atas hukum pertambangan, karena cadangan bijih yang ada di Vale harus diproses di Kaledonia Baru.

Juru bicara FLNKS, Daniel Goa, berkata kepada media lokal bahwa kedaulatan Kaledonia Baru tidak akan dibahas dalam hal keuntungan jangka pendek dari sebuah perusahaan multinasional. Sebaliknya, menurut Goa, pembahasan ini harus mengenai manfaat jangka panjang bagi masyarakat, dan untuk mencapai ini, pihaknya siap untuk berkorban.

Goa menegaskan bahwa membangun suatu negara berarti mengatur sumber daya mineralnya sendiri. (RNZI)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top