Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

KONI Papua prioritaskan atlet peraih medali jalani TC terpusat

Rapat terbatas KONI Papua bersama Tim Puslatpov membahas kelanjutan pemusatan latihan atlet Papua menuju PON XX yang diundur ke tahun 2021 akibat pandemi Covid-19  – Jubi/Jean Bisay
KONI Papua prioritaskan atlet peraih medali jalani TC terpusat 1 i Papua
Rapat terbatas KONI Papua bersama Tim Puslatpov membahas kelanjutan pemusatan latihan atlet Papua menuju PON XX yang diundur ke tahun 2021 akibat pandemi Covid-19  – Jubi/Jean Bisay

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua bersama Tim Pemusatan Latihan Provinsi (Puslatpov) menggelar rapat terbatas (ratas) mencari solusi terbaik guna mensikapi serta tindak lanjut ditundanya Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/Papua ke tahun depan. PON XX/Papua seharusnya dilaksanakan pada 20 Oktober hingga 2 November 2020.

Ratas yang digelar di Aula Tony Rompis, Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XVII/Cenderawasih, Senin (27/4/2020), dipimpin langsung Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya, didampingi Ketua Puslatprov yang juga menjabat Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih, Brigadir Jenderal TNI Irham Waroihan.

Kepada pers, Kenius Kogoya mengatakan atlet-atlet unggulan Papua atau atlet berprestasi menjadi prioritas untuk tetap melaksanakan training center (TC) atau pemusatan latihan terpusat.

“Artinya bahwa mereka [atlet unggulan], tidak kita [KONI Papua] istirahatkan,” kata Kenius Kogoya.

“Mereka tetap kita pertahankan untuk menjalani TC terpusat,” sambung Kenius kembali.

Data yang diperoleh Jubi, sekitar 800 atlet Papua peserta PON yang akan dirumahkan dan sekitar 100 atlet yang masuk kategori unggulan atau atlet peraih medali.

Loading...
;

Kemudian untuk atlet-atlet bukan unggulan atau cabang olahraga non unggulan, KONI Papua berencana untuk merumahkan, tetapi mereka tetap mendapat perhatian dalam hal terkait hak-hak berupa uang saku bulanan.

Mereka ini, kata Kogoya, statusnya tetap atlet Papua, tetapi dalam menjalani program pemusatan latihan dilakukan secara desentralisasi.

“Jadi mereka [atlet atau cabor non unggulan] bisa berlatih dari rumah,” kata Kogoya.

Artinya, secara teknis pengprov cabang olahraga bersangkutan bersama para pelatih mengatur dan menyusun rencana program pelatihan dengan mengutamakan kesehatan atlet, selama latihan mandiri dari rumah.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, menginformasikan setelah melakukan ratas virtual dengan Presiden Joko Widodo, Kamis (23/4/2020) silam, pihaknya menyampaikan secara resmi PON XX/Papua yang sedianya akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2020 ditunda hingga Oktober 2021 mendatang.

“Rapat Kabinet Terbatas yang dipimpin langsung oleh Bapak Presiden dengan agenda tunggal yakni pembahasan tentang kelanjutan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang direncanakan dilaksanakan pada Oktober 2020 ditunda menjadi bulan Oktober tahun 2021,” kata Menpora saat video conference bersama awak media dikutip dari laman Kemenpora.go.id. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top