HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

KONI putuskan TC sentralisasi bagi 445 atlet PON Papua

Sekum KONI Papua
Sekum KONI Papua Kenius Kogoya bersama para atlet PON ketika memberikan bantuan sembako kepada warga di Kampung Tahima Saroma Kayo Pulau, Kota Jayapura, Papua - Jubi/Jean Bisay
Atlet Biliar PON Papua
Atlet biliar Papua persiapan PON XX saat mengikuti pencanangan TC PON di Stadion Mandala Jayapura – Jubi/Jean Bisay

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua merampungkan nama-nama atlet utama atau atlet potensial Papua dari 37 Cabang Olahraga (Cabor) yang disiapkan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2021.

Dari  1028 atlet PON Papua yang sedang melaksanakan Training Center (TC) atau pemusatan latihan terpusat, baik di Papua maupun di luar Papua, sebanyak 445 orang diputuskan sebagai atlet utama yang akan menjalani TC sentralisasi.

KONI putuskan TC sentralisasi bagi 445 atlet PON Papua 1 i Papua

Sedangkan 583 atlet lainnya dikategorikan sebagai atlet madya. Mereka akan tetap mengikuti latihan dari rumah masing-masing.

“Dari 1028 atlet PON Papua ini, 445 atlet utama ini akan menjalani pemusatan latihan terpusat  atau sentralisasi sedangkan 583 atlet madya tetap latihan dari rumah masing-masing atau desentralisasi,” jelas Sekretaris Umum (Sekum) KONI Papua, Kenius Kogoya, kepada jurnalis di Jayapura usai menggelar rapat tertutup, Jumat siang  (29/5/2020).

Kenius mengemukakan bahwa atlet utama Papua yang masuk TC sentralisasi berasal dari cabang olahraga (cabor) Akurasi sebanyak 51 atlet, cabor beladiri 52 atlet, cabor terukur 83 dan cabor permainan sebanyak 259 atlet.

Menjawab awak media terkait hak-hak atlet, Kogoya menegaskann bahwa hak para atlet tetap diberikan porsi yang sama baik untuk atlet utama maupun atlet madya.

“Untuk hak-hak atlet disamakan semua. Tidak ada perbedaan, baik atlet utama maupun madya,” tegas Kenius.

Lebih lanjut dia menjelaskan keputusan KONI melakukan sentralisasi dan desentralisasi latihan para atlet Papua disebabkan pandemi virus korona dan juga anggaran KONI untuk persiapan PON sebagian dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Anggaran KONI tahun ini selain digunakan untuk belanja peralatan latihan atlet, kita juga belanja alat pelindung diri untuk pencegahan Covid-19 yang dibagikan kepada para atlet seperti masker, Hand Sanitazer dan lainnya.”

Dikatakannya, KONI menjadwalkan pada tahun 2021 sekitar bulan Februari atau Maret, atlet PON Papua yang berjumlah 1028 akan dikumpulkan kembali untuk menjalani pemusatan latihan (TC sentralisasi) jelang PON.

Kogoya KONI menambahkan sebelum para atlet madya dipulangkan ke rumah masing-masing, mereka akan dilakukan pemeriksaan Rapid Test.

“Sebelum kita kembalikan atlet. Awal bulan depan, atlet wajib ikuti Rapid Test.  KONI sangat memberikan perhatian serius terhadap kesehatan atlet, kita ingin pastikan mereka semua bebas dari korona virus,” ujarnya.

Eduardus Apcowo, binaragawan Papua peraih medali emas PON XIX/2016, Jawa Barat mengatakan kepada Jubi bahwa gara-gara virus korona, jadwal program latihan mereka menjadi kacau. Akibat tempat latihan ditutup.

“Kami [atlet binaraga] punya program latihan sangat terganggu di tengah  merebaknya kasus korona. Kita tidak bisa bebas latihan di tempat tertutup,” kata Eduardus kepada Jubi di kompleks gedung olahraga (GOR) Cenderawasih, APO, Kota Jayapura.

“Kita [atlet binaraga] ini bigung juga mau latihan dimana. Karena semua tempat fitnes [gym] di Kota Jayapura dan sekitarnya tutup. Kita terpaksa datang gabung latihan dengan atlet angkat besi dan angkat berat disini [kompleks GOR Cenderawasih],” katanya.

Apcowo sedikit lega sebab KONI Papua telah memberikan lampu hijau untuk para atlet unggulan tetap difasilitasi menjalani pemusatan sentralisasi. “Semoga KONI kembali fokus mengawal TC PON sentralisasi bagi para atlet madya yang sudah diputuskan,” ujarnya. (*)

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top