TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Kontraktor ditetapksan sabagai tersangka sekolah ambruk

Papua, tersangka
Ilustrasi, pixabay.com
Kontraktor ditetapksan sabagai tersangka sekolah ambruk 1 i Papua
Ilustrasi, pixabay.com

“Runtuhnya ini sungguh membuat kecewa banyak pihak, ya harusnya tidak seperti ini. Seandainya murid-murid ini ada di kelas semua, karena sebagian meninggalkan kelas kegiatan olahraga di luar,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Surabaya, Jubi – Kepolisian Daerah Jawa Timur menetapkan dua orang kontraktor berinisial S dan D sebagai tersangka kasus ambruknya atap SDN Gentong, Kota Pasuruan, yang sebelumnya menimbulkan korban jiwa.  Tersangka D dan S berasal dari dua perusahaan berbeda, yakni CV Andalus dan CV DHL Putra.

“Tadi malam kami pimpin gelar dan sudah ada hasilnya, kemudian kami amankan tersangka dua orang yaitu inisial D dan inisial S, dari Kota Kediri,” ujar Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, saat mengecek SDN Gentong, Sabtu, (9/11/2019).

Baca juga : Gedung SDN Yoka perlu perhatian pemerintah Pemekaran Wilayah tak Merubah Situasi Pendidikan di Intan Jaya

Guru SD Keakwa Butuh Rumah Layak Huni

Kontraktor berinisial S dan D dikenakan pasal 359 KUHP karena lalai dan mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

Luki mengaku kecewa atas ambruknya atap sekolah saat kegiatan belajar mengajar hingga mengakibatkan siswa dan guru meninggal dunia. “Runtuhnya ini sungguh membuat kecewa banyak pihak, ya harusnya tidak seperti ini. Seandainya murid-murid ini ada di kelas semua, karena sebagian meninggalkan kelas kegiatan olahraga di luar,” ujar Luki menegaskan.

Berdasarkan hasil penyelidikan laporan tim Laboratorium Forensik menunjukan konstruksi bangunan bangunan memang gagal dan terkesan asal-asalan.

“Laporan labfor ini konstruksi bangunan ini sudah gagal konstruksi dan ngawur, tinggal tunggu robohnya. Dan kami dapat laporan dari penerimaan BPK menyampaikan loh seperti ini tidak sesuai, ya ini akibatnya runtuh,” katanya.

Polisi juga menelusuri adanya dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan sekolah yang akhirnya roboh tersebut, sehingga tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us