Kontraktor Jepang rekrut karyawan smelter PT FI, peluang OAP?

Aksi penolakan pembangunan smalter Freeport di Gresik oleh Parlemen Jalanan Papua Barat
Aksi penolakan pembangunan smelter Freeport di Gresik oleh Parlemen Jalanan Papua Barat di Manokwari, Jumat (15/10/2021) - Jubi/Dokumentasi Parjal Papua Barat

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – PT Freeport Indonesia mengatakan 40 ribu karyawan yang akan direkrut untuk pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur itu hanyalah jumlah akumulatif dari proses pembangunan hingga operasinya.

Pernyataan itu disampaikan Riza Pratama, Vice Presiden Corporate Communication PT Freeport Indonesia kepada jurnalis Jubi, melalui pesan WhatsApp, Selasa lalu (19/20/2021).

“Jumlah itu adalah jumlah akumulatif pekerja selama masa konstruksi,”kata Riza Pratama kepada jurnalis Jubi.
Jumlah itu pun menurutnya belum tercapai di masa awal kontruksi ini. Saat ini masih tahap awal konstruksi dan belum banyak yang direkrut.

Usai pembangunan smelter, pihaknya tidak membutuhkan lebih dari 100 orang karyawan. “Pada saat operasi paling banyak hanya 1000 orang,”katanya

Adapun yang yang melakukan perekrutan karyawan adalah pihak ketiga. “Yang melakukan konstruksi dan rekrut adalah kontraktor Jepang, Chiyoda,”katanya

Dia menambahkan, peluang orang Papua untuk direkrut masih terbuka sesuai kemampuannya. “Proses rekrut belum dilakukan dalam waktu dekat. Tentu saja jika ada OAP yang berkompetensi akan kami proses untuk direkrut,”.

Pernyataan itu kontras dengan keinginan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dia telah berpesan kepada Menteri BUMN Erick Thohir, agar 40 ribu tenaga kerja ini bisa diambil dari Jawa Timur. Dalihnya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim.

Loading...
;

“Rencana nanti selama kontruksi ini akan menyerap tenaga kerja 40 ribu dan tadi di Ibu Gubernur Jawa Timur menitipkan kalau bisa mayoritas pekerjanya dari Jawa Timur sehingga kepastian pembukaan lapangan kerja juga terjadi,” kata Erick sebagaimana dikutip detikcom di Surabaya, Selasa (12/10/2021).

Peluang orang Papua menjadi karyawan itu menjadi kecil. Karena, nasib ribuan karyawan, termasuk anak-anak asli Papua yang di PHK PT FI 2017 silam belum terselesaikan. Nasib mereka masing terkatung-katung.

“Untuk apa 40 ribu pekerja smelter, sementara di depan mata belum menyelesaikan persoalan 8.300 karyawan PT Freeport Indoesia yang diPHK 2017 silam,”kata Emanuel Gobay, direktur LBH Papua.

Dikutip dari situs resmi PT Freeport Indonesia, PT Smelting merupakan smelter pertama PTFI yang dibangun pada tahun 1996 bersama konsorsium Jepang. Dioperasikan Mitsubishi, sebagai bentuk kepatuhan PTFI terhadap Kontrak Karya II. Terletak di Gresik, Jawa Timur, PT Smelting merupakan fasilitas smelter tembaga pertama di Indonesia.

PT Smelting mampu memurnikan dan mengolah 1 juta ton konsentrat tembaga menjadi 300.000 ton katoda tembaga setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan produksi di dalam maupun luar negeri.

Dengan kapasitas pengolahan ini, PTFI telah mampu mengolah dan memurnikan sebesar 40 persen dari keseluruhan konsentrat tembaga yang diproduksi di Papua. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top