Follow our news chanel

Koper misterius di Bandara Mopah

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

HILANGNYA sebuah koper masih menyisakan kejanggalan di Bandara Mopah, Merauke. Barang tersebut dibawa kabur pemilik, sesaat setelah diamankan petugas, pekan lalu.

Koper sebelumnya dideteksi berisikan kura-kura moncong babi oleh perangkat penginderaan barang (sinar x). Satwa langka dan dilindungi itu, diduga akan diselundupkan melalui pesawat tujuan Jakarta. Akan tetapi, keberadaan koper raib sewaktu hendak diperiksa lebih lanjut oleh petugas bandara. Sementara itu, pemilik koper kabur dan membatalkan penerbangannya.

Kejadian ini memantik kecurigaan adanya keterlibatan petugas bandara sebab berlangsung begitu cepat dan di lokasi steril dari pihak yang tidak berkepentingan. Otoritas bandara maupun pihak karantina dan balai konservasi sumber daya alam belum juga mengetahui keberadaan koper hingga saat ini.

Kepala Seksi Operasi Bandara Mopah Merauke Agus Kurniawan mengaku melihat koper dibawa keluar oleh seorang petugas. Dia bahkan sempat menanyakan tindakan tidak wajar petugas tersebut.

“Saya minta petugas itu tidak membawa koper ke luar, tetapi tidak direspons, dan langsung bergegas membawanya.”

Agus Kurniawan sebetulnya bisa bertindak lebih daripada itu. Dia merupakan Pelaksana Harian Kepala Bandara Mopah karena pimpinan definitif belum datang. Sumber Jubi, yang enggan dikorankan identitasnya menyayangkan ketidaktegasan Agus Kurniawan terhadap anak buahnya.

Loading...
;

Kepala Bandara Mopah Agus Irianto sendiri mengaku belum bisa memastikan isi sesungguh koper misterius tersebut. Mereka masih terus mengumpulkan informasi dari berbagai sumber.

“Kami tidak bisa memastikan karena koper langsung dibawa keluar oleh salah seorang petugas.”

Otoritas Bandara Mopah telah memanggil dan memintai keterangan petugas yang membawa keluar koper dari area pemeriksaan barang. Namun, identitas petugas itu juga semisterius koper.

Irianto menolak mengungkapkan identitas petugas maupun hasil pemeriksaan. Dia berdalih hal itu merupakan kewenangan kepolisian.

“Saya kira ialah ranah kepolisian untuk mengembangkan penyelidikan, sekaligus mencari keberadaan koper.”

Belum lapor polisi

Otoritas Bandara Mopah berjanji melaporkan kasus ini, setidaknya satu hingga dua hari setelah kejadian. Mereka akan menyodorkan rekaman kamera pengawas (CCTV) sebagai barang bukti. 

“CCTV telah dibawa ke Polres Merauke, dan akan dibuka (rekamannya) di sana. Semua (kejanggalan) akan terjawab setelah ditangani kepolisian,” kata Irianto.

Dia juga bakal menindak tegas petugas apabila terbukti terlibat dalam dugaan penghilangan barang bukti penyelundupan tersebut.

“Saya tidak main-main. Jika koper itu ternyata berisikan kura-kura moncong babi, petugas yang terlibat bisa dipecat.”

Setali tiga uang, Kepala Stasiun Karantina Ikan Merauke, Nikmatul Rohmah, juga belum dapat memastikan isi dari koper yang raib itu. Dia berjanji akan memberikan keterangan resmi apabila sudah mengetahui pasti isi koper.

“Saya minta teman-teman jurnalis tidak membesar-besarkan kasus ini terlebih dahulu. Berikan kesempatan kepada kami untuk mendalaminya,” pinta Nikmatul.

Selama ini ada empat petugas mereka ditempatkan di Bandar Mopah setiap hari. Sebanyak dua orang bertugas di pintu keberangkatan, serta masing-masing satu petugas di pintu kedatangan, dan kargo. 

Nikmatul meyakinkan mereka tidak bakal menutup-tutupi kasus ini. Namun, dia enggan berkomentar lebih jauh mengenai dugaan keterlibatan anak buahnya.

Di X-Ray (penginderaan barang) tidak ada petugas kami, tetapi hanya dari pihak Bandara.”  

Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung, memastikan polisi belum mendapat laporan mengenai perkara ini. Informasi yang dia peroleh masih sebatas dari pemberitaan di media massa.

“Belum ada laporan resmi dari Bandara Mopah. Kalau ada, pasti kami tindaklanjuti,” katanya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top