Follow our news chanel

Koperasi dan UMKM OAP berprestasi terima bantuan hibah

Wali Kota Jayapura didampingi Kadisperindgakop dan UKM menyerahkan bantuan hibah barang kepada pelaku UMKM - Jubi/Ramah
Koperasi dan UMKM OAP berprestasi terima bantuan hibah 1 i Papua
Wali Kota Jayapura didampingi Kadisperindgakop dan UKM menyerahkan bantuan hibah barang kepada pelaku UMKM – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Koperasi dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) khusus Orang Asli Papua (OAP) mendapatkan bantuan hibah barang daerah karena dinilai berprestasi dengan sukses dalam pengelolaan usaha.

Bantuan tersebut berdasarkan Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) Disperindagkop dan UKM 2019 yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) Kota Jayapura 2019 diberikan kepada 30 koperasi berprestasi dan 155 UMKM.

Bantuan hibah barang kepada 30 koperasi masing-masing satu paket PC (Personal Computer) dan printer.

Sedangkan bantuan untuk 155 UMKM yaitu 31 orang mendapatkan bantuan sembako, 92 orang mendapatkan bantuan etalase, 10 orang mendapat bantuan cool box, 8 orang mendapatkan freezer, 4 orang bantuan bahan bangunan, 2 orang bantuan timbunan, dan 1 orang mendapatkan bantuan teralis.

Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano mengatakan tujuan dari pemberian bantuan tersebut adalah untuk menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berpesan, meskipum bantuan ada yang bernilai kecil namun dapat digunakan dengan baik.

Tomi Mano mengatakan Pemkot Jayapura terus membuat program yang langsung menyentuh masyarakat kecil, seperti pembangunan koperasi dan bantuan bagi para pelaku UMKM di kampung agar perputaran perekonomian di kampung tetap jalan.

Loading...
;

“Bantuan-bantun yang kami berikan terlalu banyak, ratusan orang sudah menerima bantuan yang saya berikan lewat Disperindagkop, jadi jangan anggap wali kota tidak memperhatikan masyarakat kurang mampu sehingga ekonominya mapan,” ujarnya.

Diakui Tomi Mano, program bantuan terfokus kepada Orang Asli Papua (OAP). Berdasarkan Otonomi Khusus (Otsus) bantuan harus diberikan 80 persen kepada OAP dan 20 persen kepada Non-OAP.

“Tujuan pemerintah hadir adalah untuk memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya, saya menjadi wali kota untuk menyejahterakan orang Papua di atas tanah dan negerinya sendiri,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura Robert L. N. Awi mengatakan penerima bantuan sudah diprogramkan pada 2018 melalui Dana Otsus dan DID, namun Dana Otsus dibatalkan karena Pemda kekurangan anggaran.

Rober menjelaskan bantuan hibah barang kepada 30 koperasi karena sudah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), aktif, pencatatan lengkap, dan mampu mengoperasikan komputer.

Bantuan kepada 155 pelaku UMKM karena sudah dievaluasi fasilitator selama empat bulan pendampingan atas pengelolaan usaha yang baik.

“Semua bantuan ini kami berikan agar koperasi dan UMKM bisa termotivasi dalam meningkatkan usahanya, karena dengan tumbuh satu usaha baru maka menjadi bahan bakar yang sangat baik untuk menggerakkan roda perekonomian di Kota Jayapura,” ujarnya.

Robert mengatakan siapapun yang ingin berusaha di Kota Jayapura selalu mendapatkan dukungan, seperti dipermudah izin usaha, dipermudah dalam pengurusan rekomendasi, dan bantuan materiil.

“Saya berharap bagi warga yang saat ini baru memulai usaha, sedang berusaha, dan kesulitan berusaha ke depannya semua usaha yang dijalani bisa sukses dan mandiri sehingga tidak lagi bergantung kepada bantuan pemerintah,” katanya.

Penerima bantuan hibah barang, Debora Sanyi, mengaku senang mendapat bantuan dari Pemkot Jayapura. Ia menganggap bantuan tersebut sebagai bentuk perhatian dan keberpihakan terhadap masyarakat asli Papua.

“Saya punya usaha jual bensin eceran, kios, pangkas rambut, dan jual pinang, saya mulai usaha dari 2016 sampai sekarang, saya mulai jualan sesuai keinginan saya karena kebutuhan sehari-hari semakin banyak,” katanya.

Ibu delapan anak ini menceritakan, pertama kali memulai usaha dari berjualan bensin. Waktu itu modalnya Rp1 juta. Dari modal itu keuntungannya dibelanjakan untuk jualan buah pinang.

Seiring berjalannya waktu, usahanya terus tumbuh dan berkembang. Hal itu dibuktikan dengan membuka usaha pangkas rambut dan kios di Kampung Enggros.

“Pemerintah kasih saya bantuan lagi berupa bahan-bahan kios dari Disperindagkop dan melalui Bumkam juga, barang-barang ini saya jual ke masyarakat, saya pesan kepada anak-anak muda Papua agar mencontoh mama-mama Papua yang punya usah, dan diikuti supaya hidup masa depan jadi lebih baik lagi,” katanya.

Senada Sanyi, penerima bantuan lainnya Rose Mansi menyatakan sangat bersyukur mendapatkan bantuan barang berupa etalase untuk mendukung usaha kiosnya di Angkasapura.

“Saya sudah 17 tahun usaha, mulai usaha dari jualan pinang modalnya Rp200 ribu, kalau habis semua jadi Rp500 ribu, saya jualan dari jam 7 pagi sampai jam 6 sore, saya jualan untuk menghidupi tiga orang anak saya,” katanya.

Setelah memiliki modal dari pendapatannya yang disiapkan setiap hari, Mansi mengelola modalnya dengan membelanjakan jajanan anak-anak, seperti minuman sirup manis dan lain-lain.

“Beberapa tahun kemudian saya dapat bantuan dari Disperindagkop pada 2015, dari bantuan itu saya belanjakan barang-barang, sekarang saya dapat bantuan lagi,” katanya.

Mansi menceritakan awal berjualan karena suaminya berprofesi menjadi tukang ojek. Untuk menambah kebutuhan sehari-hari ia mulai berjualan buah pinang.

“Sekarang sudah punya kerja sebagai pegawai swasta, kalau tidak jualan, kebutuhan di rumah tiap hari bertambah maka itu saya jualan untuk tambah-tambah uang belanja sehari-hari,” katanya. (*)

Editor: Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top