HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Korban banjir bandang Sentani diharapkan mau menerima rumah bantuan pemerintah

Rumah bantuan bagi para korban banjir bandang Sentani yang sedang dibangun di Kemiri, Kabupaten Jayapura, Papua. - Jubi/Engel Wally
Korban banjir bandang Sentani diharapkan mau menerima rumah bantuan pemerintah 1 i Papua
Rumah bantuan bagi para korban banjir bandang Sentani yang sedang dibangun di Kemiri, Kabupaten Jayapura, Papua. – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Hanna Hikoyabi meminta para korban banjir bandang Sentani mau menerima rumah bantuan pemerintah. Hal itu disampaikan Hikoyabi menanggapi keluhan para korban banjir bandang Sentani soal ukuran rumah yang terlalu kecil, sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan warga lokal yang memiliki banyak anggota keluarga.

“Ini rumah bantuan yang dilengkapi dengan listrik dan juga air bersih. [Rumah bantuan itu memiliki] dua kamar, satu ruang tamu, dapur, dan kamar kecil,” ujar Hikoyabi di Sentani, Rabu (11/3/2020).

Korban banjir bandang Sentani diharapkan mau menerima rumah bantuan pemerintah 2 i Papua

Hikoyabi mengakui warga asli Papua biasanya memiliki keluarga dengan banyak anggota keluarga. Selain itu, keluarga orang asli Papua juga biasa menerima kerabatan untuk tinggal bersama. Kekerabatan orang asli Papua yang kental dan luas membuat keluarga orang asli Papua membutuhkan rumah berukuran besar.

“Ini bukan hal baru. Memang kita [orang asli Papua] mempunyai banyak keluarga dan saudara yang selalu saling berkunjung. Pastinya membutuhkan rumah yang besar,” kata Hikoyabi.

Meskipun rumah bantuan pemerintah kepada para korban banjir bandang hanya memiliki dua kamar, Hikoyabi tetap berharap para korban banjir bandang Sentani mau menerima rumah bantuan itu. Ia menyatakan rumah itu dibangun agar masyarakat korban banjir bandang dapat menata kehidupan menjadi lebih baik, karena banjir bandang Sentani pada 2019 lalu meluluh lantakkan rumah para korban.

Dengan adanya rumah bantuan pemerintah itu, Hikoyabi berharap para korban banjir bandang Sentani tidak lagi tinggal di penampungan. “Tinggal di penampungan ada waktunya. Perhatian terhadap pengungsi [di penampungan] tidak bisa secara berkala [dilakukan] dengan anggaran yang besar. Oleh sebab itu, rumah bantuan ini sebagai solusi terbaik bagi kehidupan kita nanti,” katanya.

Salah satu warga Kemiri, Jhoni menilai rumah bantuan yang sedang dibangun di kawasan Kemiri terlalu kecil, sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan keluarga asli Papua yang memiliki banyak anggota keluarga. Meskipun demikian Jhoni menyatakan bersyukur dengan adanya bantuan itu.

“Ini pemberian yang harus disyukuri. Walaupun tidak sesuai dengan hati dan pilihan kami, tetapi kondisi yang terjadi bukan keinginan kami. [Kami] tidak terpikir sampai ada bencana [yang meluluh lantakkan rumah kami]. Mungkin dari sinilah kita memulai kehidupan yang lebih baik lagi,” kata Jhoni. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top