Follow our news chanel

Korban banjir Sentani: Kami butuh uang cash untuk perbaiki rumah

Pengungsi di Gereja Baptis Imanuel Toladan Sentani - Jubi/Yance Wenda
Korban banjir Sentani: Kami butuh uang cash untuk perbaiki rumah 1 i Papua
Pengungsi di Gereja Baptis Imanuel Toladan Sentani – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Korban banjir bandang Sentani, Kabupaten Jayapura yang berada di Kemiri, minta Pemerintah Kabupaten Jayapura, dalam hal ini tim yang menangani korban banjir bandang, untuk memperjelas penggunaan uang bantuan dari berbagai daerah yang masuk ke posko induk di Gunung Merah Sentani.

“Pemerintah harus terbuka lebar matanya. Jangan hanya bicara namun tidak ada tindakan. Kami tidak butuh bama (bahan makanan-Red), kami butuh uang cash,” katanya Nurhayati, perempuan 37 tahun, korban banjir bandang Sentani, yang tinggal di Kemiri.

Nurhayati mengatakan dengan memberikan uang tunai kepada para korban banjir bandang, mereka dapat memperbaiki rumah mereka yang masih bisa diperbaiki.

“Kasih kami dalam bentuk uang, agar kita yang bisa perbaiki rumah kita perbaiki, kalau bama itu kami punya ada bahkan sudah lebih dari cukup” katanya.

Mereka berharap dengan bantuan dalam bentuk uang yang masuk dari berbagai daerah ke posko induk, untuk dijelaskan dikemanakan uang tersebut, mengapa sampai saat ini belum ada informasi yang jelas.

“Bantuan-bantuan dari berbagai daerah yang masuk dalam berupa uang itu banyak tapi tidak tahu semua sudah dikemanakan, sampai sekarang tidak,” katanya, saat ditemui Jubi di Sentani, Kamis (20/6/2019).

Loading...
;

Nurhayati menambahkan mereka masih merasakan trauma namun mau bagaimana lagi, terpaksa mereka melakukan pembersihan rumah mereka walaupun hujan sedikit banjir masih terus masih di tempat tinggal mereka.

“Kalau kami mau kembali ke tempat tinggal kami lagi itu masih ada trauma karena hujan sedikit saja itu banjir sudah naik, hujan sedikit  saja sudah banjir dan naik setinggi mata kaki orang dewasa,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah jangan hanya fokus membagi bama ke para pengungsi namun harus ada langkah konkret solusi lain bagaimana mengamankan para korban banjir bandang, khususnya yang rumahnya hancur dan apa yang menjadi milik mereka hilang.

“Kami mau juga netralisir kali, buka dia kasih lebar kasih dalam, dan itu dilakukan dari atas bukan di tengah-tengah saja, kalau bikin di tengah-tengah saja sama saja percuma,” katanya.

Seorang korban banjir bandang Sentani, Yanto Wenda, mengatakan ia sempat kaget dan heran dengan laporan penggunaan uang yang beredar di media sosial (medsos).

“Saya heran apa benar yang mereka lakukan itu sesuai dengan apa yang mereka lakukan atau tidak, jangan hanya asal buat laporan saja, buat laporan itu harus sesuai dengan apa yang sudah dilakukan di lapangan,” kata Wenda.

Wenda menambahkan bantuan dalam bentuk uang yang masuk ke Posko induk Gunung Merah nilainya cukup besar namun sampai saat ini belum ada tindakan hukum dari posko induk.

“Apa saja yang mereka buat, heran saja. Dalam laporan itu bilang tim media masih berjalan, buktinya mana, anak-anak di posko saja ada sakit sampe di situ kayak cacar air atau tim media itu mereka jalan dimana harus jelas,” ujar Yanto. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top