Korban Jadi Tersangka, Obby Kogoya Praperadilankan Kepolisian DIY

Poster kampanye terkait kekerasan terhadap Obby Kogoya oleh Komunitas Papua Itu Kita, Jakarta - IST
Poster kampanye terkait kekerasan terhadap Obby Kogoya oleh Komunitas Papua Itu Kita, Jakarta – IST

Jayapura, Jubi – Obby Kogoya, mahasiswa Papua yang menjadi korban kekerasan aparat kepolisian, lalu dijadikan tersangka oleh Kepolisian Daerah Yogyakarta, didampingi kuasa hukumnya dari LBH Yogyakarta telah mendaftarkan praperadilan terhadap Polda DIY ke Pengadilan Negeri Sleman.

Obby dijadikan tersangka pasca peristiwa kekerasan rasis yang diikuti pengepungan mahasiswa/i Papua di Asrama Kamasan I Yogyakarta oleh polisi dan beberapa ormas, 15 Juli lalu.

Menurut siaran pers LBH Yogyakarta yang diperoleh redaksi, Selasa (9/8/2016), Obby, bersama 7 orang mahasiswa Papua lainnya, dibawa ke Polda DIY tanpa kesalahan yang jelas. Penangkapan dan status tersangka Obby juga dipenuhi keganjilan yang hanya bertujuan mengkriminalisasi dan membungkam demokrasi.

Enam orang dari mereka ditangkap saat akan kembali ke Asrama Mahasiswa Papua setelah membeli singkong dari pasar, “mereka dituduh membawa senjata tajam. Tuduhan yang tidak pernah terbukti karena mereka hanya membawa 34 kg singkong yang dibeli untuk makan siang,” demikian LBH.

Dua orang lainnya, termasuk Obby, ditangkap dan dipukuli saat akan bergabung dengan teman-temannya di dalam asrama Papua. Obby, seperti dilansir merdeka.com (16/7), dijadikan tersangka karena dituduh membawa satu panah.

Namun, lanjut LBH, selama proses pendampingan di kepolisian barang bukti yang ada hanyalah singkong.

Oleh karena itu, menurut Emanuel Gobay, S.H, kuasa hukum yang bersangkutan, Obby dijadikan tersangka tanpa ada bukti permulaan yang cukup. “Penetapan tersangka Obby tidak melalui proses hukum acara pidana yang berlaku, tidak ada barang bukti yang memberatkan dia, penyidik juga tidak pernah menunjukkan siapa saksi yang pernah diperiksa, serta alat bukti lain yang ditemukan untuk menetapkanya sebagai tersangka.”

Loading...
;

Obby dikenakan pasal 212 jo. 213 KUHP Sub 351 ayat 2 KUHP, yang pada intinya dituduh melawan petugas dengan melakukan kekerasan atau melakukan penganiayaan. Padahal, sebaran video, foto-foto dan keterangan-keterangan menunjukkan sebaliknya, Obby lah justru korban pengeroyokan/pemukulan dan penganiayaan aparat keamanan, demikian penjelasan LBH Yogyakarta.

Seperti dilansir Tempo.co, Selasa (9/8/2016), juru bicara Pengadilan Negeri Sleman, Ayun Kristiyanto menyatakan, pihaknya telah menerima surat dan materi pengajuan praperadilan. Ketua Pengadilan akan menunjuk satu hakim untuk menyidangkan praperadilan ini. “Sidang selama tujuh hari sejak pemohon dan termohon datang ke sidang. Jika hanya satu pihak saja belum dihitung,” kata dia.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Komisaris Besar Hudit Wahyudi, mengatakan penerapan tersangka sudah melalui  proses prosedur penyelidikan dan penyidikan yang benar. Ia mempersilakan langkah praperadilan tersebut. “Kami siap menghadapi gugatan,” kata dia.(*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top