Follow our news chanel

Previous
Next

Korban meninggal akibat erupsi di Selandia Baru bertambah

Gunung Berapi Ulawun mulai erupsi Rabu pagi (26/6/2019). - RNZI/AFP/Niugini Helicopters/ Craig Powell
Korban meninggal akibat erupsi di Selandia Baru bertambah 1 i Papua
Ilustrasi erupsi gunung Berapi Ulawun mulai erupsi Rabu pagi (26/6/2019). – RNZI/AFP/Niugini Helicopters/ Craig Powell

“Polisi dapat mengkonfirmasi bahwa seorang lagi meninggal di Rumah Sakit Middlemore Minggu malam. Polisi menerima informasi tersebut sebelum pukul 11 malam waktu setempat,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wellington, Jubi – Kepolisian Selandia Baru,  menyebutkan salah satu dari korban luka akibat erupsi gunung awal Desember ini meninggal di rumah sakit Auckland. Kondisi itu menambah jumlah resmi korban tewas menjadi 17, sedangkan dua orang lainnya masih belum ditemukan.

“Polisi dapat mengkonfirmasi bahwa seorang lagi meninggal di Rumah Sakit Middlemore Minggu malam. Polisi menerima informasi tersebut sebelum pukul 11 malam waktu setempat,” kata Wakil Komisaris Kepolisian, John Tims melalui, Senin, (23/12/2019).

Baca juga : PM Tonga didemo pendukung demokrasi di Selandia Baru

Ejek krisis campak di Samoa, koran di Selandia Baru minta maaf

Wabah campak sampai di Tonga dari Selandia Baru

Loading...
;

Polisi tidak memberitahu identitas maupun kewarganegaraan korban tersebut. Sedangkan mayoritas korban yang sebelumnya disebutkan pascaerupsi dahsyat White Island, juga dikenal sebagai Whakaari, merupakan warga negara atau penduduk tetap Australia. Sedangkan yang masih hilang, dan diduga tewas, bernama Winona Langford, warga Australia berusia 17 tahun dan seorang pemandu wisata Marshall-Inman, penduduk Selandia Baru berusia 40 tahun. Jasad keduanya diyakini tersapu ke lautan.

Polisi mengaku telah mengurangi intensitas pencarian meski tidak patah semangat untuk menemukan mereka.

Ada kritikan bahwa orang-orang diperbolehkan ke pulau tersebut, tujuan populer pelancong, mengingat risiko status aktif gunung tersebut. Hal itu menimbulkan spekulasi bahwa akan ada perubahan besar-besaran bagi industri pariwisata Selandia Baru.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengatakan penyelidikan resmi peristiwa erupsi oleh petugas koroner beserta regulator keselamatan kerja dapat berlangsung hingga setahun dan berpotensi hukuman pidana hingga lima tahun penjara. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top