Follow our news chanel

Korban pencabulan trauma, pelaku masih berkeliaran

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Masih ingat dengan Sabir Djafar (67), kakek pemerkosa anak kandung dan melakukan pencabulan terhadap anak usia 5 hingga 11 tahun pada awal Januari 2018 lalu? Kini sang kakek masih berkeliaran bebas hingga membuat sebagian anak yang menjadi korbannya kembali trauma.

Menurut orang tua IN, satu diantara korban aksi pencabulan itu, anaknya akhirnya tidak mau ke sekolah lagi karena sempat melihat pelaku masih berada di rumahnya.

"Anak saya akhirnya takut dan tidak mau ke sekolah karena pelaku yang katanya sudah ditangkap tapi masih berkeliaran di komplek. Malah anak saya pernah melihatnya ada di halaman rumahnya. Saya juga pernah melihatnya," kata ibu korban menjawab pertanyaan Jubi, Selasa (6/11/2018) di Jayapura.

Melihat hal tersebut dirinya akhirnya melaporkannya kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik Papua yang merupakan lembaga yang melakukan pendampingan sejak awal saat kasus tersebut dilaporkan ke Polda Papua.

Mendapat laporan tersebut, dirinya bersama pihak LBH Apik Papua melakukan pertemuan dengan pihak Pengadilan Tinggi (PN) Klas IA Jayapura.

Dari hasil pertemuan tersebut menurutnya bahwa pelaku memang sudah ditahan dan telah menjalani beberapa kali sidang namun pelaku melalui kuasa hukumnya meminta untuk mendapatkan tahanan kota karena pelaku sering sakit-sakitan.

Loading...
;

"Hasil pertemuan tadi seperti itu. Tapi saya sebagai ibu dari anak saya yang mengalami pencabulan merasa tidak puas karena pelaku berkeliaran bebas, dan terlihat tidak sakit seperti yang dijelaskan. Saya ingin pelaku tetap ditahan agar anak saya bisa sekolah lagi," tegasnya.

Di tempat yang sama Direktur LBH Apik Papua, Nur Aida Duwita mengatakan dari hasil pertemuannya dengan Wakil PN Jayapura bahwa dirinya tidak mempunyai kewenangan untuk memerintahkan surat tahanan kota pelaku untuk ditarik kembali.

"Jadi beliau (Wakil PN Jayapura) menyarankan agar kami membuat surat yang ditujukan kepada Hakim yang menangani kasus ini untuk dapat ditinjau lagi surat permohonan tahanan kota tersebut. Kami akan buat suratnya, dan kami juga akan lampirkan kronologis kondisi korban saat ini sehingga dapat menjadi pertimbangan hakim untuk mengambil keputusan," kata Nur.

Sebelumnya, Wakil Direktur (Wadir) Kriminal Umum Polda Papua, AKBP Fernando Napitupulu mengatakan pelaku atas nama Sabir yang telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami sudah tetapkan pelaku jadi tersangka. Kami juga sudah menyita mobil dari tersangka karena mobil tersangka juga menjadi salah satu TKP (Tempat Kejadian Perkara) kasus pencabulan. Jadi TKP hanya dilakukan di rumah tersangka dan di dalam mobil tersangka yang diparkir dalam garasi,” katanya.

Modusnya yaitu mengiming-imingi anak-anak dengan permen ataupun dengan uang. Disinggung tentang pasal yang akan menjerat pelaku, Napitupulu mengatakan bahwa tersangka akan dijerat Pasal 81 ayat 1 dan 4 junto pasal 76D UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UUnomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dan pasal yang di junto kan ke UU nomor 17 tahun 2016 tentang kebiri.

“Ancamannya 15 tahun kurungan penjara," ujarnya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top