Follow our news chanel

Korban siklon di Vanuatu terima bantuan makanan tradisional

Satu kantong makanan beratnya satu kilo dan berisi sayur kubis, singkong, dan sumber protein seperti daging babi. - Pacific Beat/ Dr Chris Bartlett

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi – Di Vanuatu, berkat sebuah kerja sama yang unik, sejumlah komunitas yang terkena dampak Siklon Tropis Harold telah menerima sekantong makanan tradisional yang telah telah dikemas, dan bukan bantuan makanan pokok pasca-bencana alam yang biasanya seperti ikan kaleng, beras, dan mi instan.

Lebih dari 800 paket laplap dibagikan untuk masyarakat di pantai barat Pulau Santo, sebuah daerah yang dilanda siklon berkategori 5, Harold, pada April lalu.

Makanan siap santap setengah masak itu diproduksi oleh perusahaan pengolah makanan Fine Foods di Port Vila.

“Satu kantong makanan beratnya satu kilo, dan isinya termasuk sayur kubis, singkong, dan sumber protein seperti daging babi, bumbu-bumbu, rempah-rempah, santan kelapa, semua jenis makanan yang biasanya dikonsumsi di Vanuatu,” kata pemilik dan Direktur Umum Fine Foods, Cornelia Wylie.

Pemerintah Vanuatu telah membiayai bahan-bahan yang diproduksi secara lokal, sementara Butterfly Trust menanggung biaya untuk memasak bahan-bahan makanan dan mengemas ke kemasan yang telah disiapkan.

“Keuntungan dari menggunakan kantong makanan ini adalah nilai gizinya yang jauh lebih tinggi, semua bahannya datang dari sumber lokal, dan isinya makanan yang biasanya dimakan dan disukai oleh orang-orang lokal,” kata salah satu pendiri Butterfly Trust, Dave Colbert.

Loading...
;

Wylie menerangkan bahwa ada potensi besar untuk menyediakan makanan lokal yang bergizi, yang diproduksi secara lokal, dan siap makan, untuk korban bencana alam ke depannya.

“Kemasan-kemasan ini bisa bertahan sampai dua atau tiga tahun tanpa didinginkan, jadi mereka bisa dibagi-bagikan terlebih dahulu, mereka dapat disiapkan dahulu sebelum bencana,” katanya.

“Sekarang adalah waktu untuk bersiap-siap menghadapi siklon berikutnya atau bencana alam berikutnya.” (Pacific Beat)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top