TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Korban tewas banjir di Cina terus bertambah, sebagian masih pencarian

Papua
Ilustrasi Banjir - Pixabay.com.

 

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Beijing, Jubi – Korban tewas bencana banjir di Provinsi Henan, Cina, terus bertambah menjadi 69 orang, sedangkan lima lainnya masih belum ditemukan hingga tujuh hari setelah kejadian. Perdana Menteri Cina Li Keqiang menyatakan duka mendalam atas musibah yang menimpa negaranya itu

“Kami sangat bersedih atas jatuhnya korban akibat hujan lebat di Henan dan beberapa tempat lain. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarganya,” kata Li Keqiang,  dikutip kantor berita Antara, Selasa, (27/7/2021).

Baca juga : Cina dilanda topan In-fa usai dilanda banjir bandang 

Sepekan usai banjir Eropa, Jerman kehilangan lebih dari 150 warga  

Fiji diserang Ana, serangan siklon kedua dalam sebulan

Li mengatakan pemerintah pusat akan mengalokasikan beberapa miliar yuan dana simpanan pemerintah dan bantuan lainnya akan segera disediakan. Pemerintah daerah juga harus mengalokasikan dana khusus. Li juga mengintruksikan bantuan masyarakat harus dimanfaatkan secara terbuka dan transparan.

Beberapa kota yang terkena dampak paling parah di Henan, seperti Zhengzhou, Xinxiang, Anyang, dan Hebi berangsur normal. Air bercampur lumpur yang menggenangi jalan raya dan terowongan telah disedot dengan menggunakan pompa. Saluran listrik, air, gas, dan telekomunikasi serta angkutan umum di empat kota itu juga telah diperbaiki.

Sedangkan kereta metro bawah tanah di Zhengzhou masih dalam perbaikan. Saat banjir melanda Ibu Kota Provinsi Henan pada Selasa (20/7/2021) itu sebanyak 12 penumpang kereta bawah tanah tewas. Satu lagi korban tewas di dalam kereta yang melayani penumpang di Line 5 itu ditemukan petugas pada Minggu (25/7/2021).

Kereta tersebut mengangkut 500 penumpang ketika terjebak banjir di jalur bawah tanah. Air yang menggenangi terowongan Jingguang di Kota Zhengzhou juga telah dikuras habis pada Minggu (25/7). Pada saat itu petugas mendapati enam korban yang sudah tidak bernyawa. Dari terowongan itu pula, petugas mengangkat 249 mobil yang tenggelam selama lima hari. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us