Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Korban tragedi Biak Berdarah: Jangan larang kami tabur bunga

Papua
Mama Tineke Rumkabu saat diskusi daring terkait Tragedi Biak Berdarah pada Senin petang (6/7/2020) - Jubi-Arjuna 

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – Korban tragedi Biak Berdarah mengingatkan aparat keamanan tidak melarang aksi tabur bunga di sekitar tower air di Kota Biak, Papua.

Pernyataan itu dikatakan satu di antara korban selamat tragedi Biak Berdarah Tineke Rumkabu dalam diskusi daring, Senin petang (6/7/2020).

Menurut Tineke Rumkabu, ia bersama beberapa orang melakukan aksi tabur bunga dan doa bersama di sekitar tower air di Kota Biak, Senin pagi (6/7/2020).

Akan tetapi aksi memperingati 22 tahun aksi tragedi Biak Berdarah itu, sempat dilarang aparat keamanan setempat.

Ia kemudian meminta aparat keamanan di lokasi, tidak melarang pihaknya melakukan tabur bunga setiap tahun, di sekitar tempat terjadinya peristiwa kemanusiaan yang merenggut nyawa puluhan orang asli Papua itu.

“Saya bilang, saya taruh bunga karena meeka (korban) tidak ada pusara. Kalau kamu kasi tahu di mana kuburnya, setiap tahun saya akan ke sana [tabur bunga] dan tidak lagi taruh bunga di [sekitar] tower,” kata Tineke Rumkabu.

Kata Rumkabu, ketika pihaknya menuju lokasi peringatan tragedi Biak Berdarah pagi tadi, anggota TNI-Polri telah melakukan penjagaan di jalan. Namun pihaknya tak peduli, tetap melanjutkan aksi.

Loading...
;

“Kami dikejar (diikuti) ke tower dan mereka bilang ibu tidak ada izin. Sekitar jam 11.00 [Waktu Papua], saya masuk ke area tower dan taruh bunga, apapun resikonya. Itu tempat teman-teman saya, orang tua saya, saudara-saudara saya dibunuh dan entah di mana kuburnya. Saya tidak pernah takut,” ujarnya.

Katanya, hingga kini negara tidak bertanggung jawab terhadap korban dan keluarga korban tragedi itu.

“Mungkin Papua merdeka barulah kekerasan dan ketidak adilan ini berakhir. Kalau kami bagian dari negara ini, kami juga mestinya dijaga dan dilindungi bukan dibantai,” ucapnya.

Tragedi Biak Berdarah terjadi pada 6 Juli 1998, merupakan salah satu catatan kelam yang dialami orang Papua.

Aksi damai menuntut referendum dengan disertai pengibaran Bendera Bintang Kejora di bawah menara air di Kota Biak sejak 2 Juli 1998, berakhir dengan penangkapan, penyiksaan, penembakan, pemerkosaan dan kekerasan lainnya pada hari keempat.

Hasil investigasi Elshamlsham Papua Elsham Papua yang diterbitkan beberapa tahun lalu dengan judul “Papua Tanpa Nama, Nama Tanpa Pusara” menyebut akibat peristiwa itu delapan orang meninggal, tiga orang hilang, empat orang luka berat, 33 orang luka ringan, 150 orang ditangkap dan disiksa, dan 32 mayat ditemukan mengapung di perairan Biak.

Komisioner Komnas HAM RI, Beka Ulung Hapsara dalam dikusi yang sama mengatakan, kasus Biak Berdarah telah diadukan ke Komnas HAM sejak beberapa tahun lalu, sebelum periode pihaknya.

“Tragedi Biak adalah tragedi kemanusiaan yang mesti disikapi serius. Dari investigasi awal Komnas HAM [beberapa tahun lalu], ada beberapa identifikasi pelanggaran HAM. Ada penyiksaan dan lainnya,” kata Beka Hapsara.

Katanya, Komnas HAM RI sudah beberapa kali ke Papua menginvestigasi kasus itu. Tim kajian bentukan Komnas HAM pada 2010 merekomendasikan digunakannya Undang-Undang nomor 26 tahun 2000 tentang pelanggaran HAM berat dalam Tragedi Biak Berdarah.

Akan tetapi, saat itu tidak ada tindaklanjutnya. Kemudian terjadi pergantian komisioner dalam tubuh Komnas HAM RI.

Desakan penuntasan Biak Berdarah kembali digaungkan “Papua Itu Kita” beberapa tahun lalu. Pada 26 Februari 2015, “Papua Itu Kita” mendatangi Komnas HAM RI menuntut tindak lanjut penyelidikan kasus.

“Terkait kasus Biak, saya akan mencoba membawanya dalam paripurna Komnas HAM bulan depan. Mendiskusikan dengan kawan-kawan lain langkah penyelesaian adil dan bermartabat kepada korban dan keluarga korban,” ucapnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top