Follow our news chanel

Korban tembakan water cannon akan dikebumikan di Tanah Hitam

Suasana di rumah Justinus Silas Dimara (35 tahun), warga Hamadi, Kota Jayapura, korban penembakan water cannon -Foto: Jubi/ Jean Bisay.
Korban tembakan water cannon akan dikebumikan di Tanah Hitam 1 i Papua
Suasana di rumah Justinus Silas Dimara (35 tahun), warga Hamadi, Kota Jayapura, korban penembakan water cannon –Foto: Jubi/ Jean Bisay.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Jasad Justinus Silas Dimara (35 tahun), warga Hamadi, Kota Jayapura, Papua, korban meninggal akibat tembakan water cannon polisi, rencananya akan dimakamkan di Tanah Hitam, Kampkey setelah ibadah pelepasan siang ini, Selasa (26/5/2020).

Demikian disampaikan Ketua Masyarakat Saireri di Jayapura Yonus Nusi.

Silas Dimara meninggal dan dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Soedibjo Sardadi setelah insiden penembakan dengan water cannon oleh polisi pada Senin (25/5/2020) sore.

Yonus Nusi ketika dikonfirmasi Jubi melalui telepon seluler pada Selasa (26/5/2020) mengatakan, terjadi aksi pembakaran ban dan penutupan badan jalan oleh keluarga korban dan warga atas respon tewasnya Silas Damara.

Mereka memalang jalan dengan pagar besi di Jalan Raya Hampibi, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan pada Selasa (26/5/2020) pagi. Akibatnya kendaraan roda dua dan empat tidak bisa lewat.

“Aksi tersebut spontanitas dari keluarga korban, pukul 07.25 WIT terjadi pro dan kontra oleh warga Hamadi gara-gara penutupan jalan,” ujarnya.

Loading...
;

Nusi menjelaskan, setelah terjadi keributan, Kapolres Jayapura Kota Gustaf Urbinas tiba di lokasi pemalangan sekitar pukul 08.08 WIT. Kapolres langsung bertemu dengan keluarga korban.

“Setelah berkoordinasi dengan keluarga korban lalu pagarnya dibuka,” katanya.

Terkait insiden penembakan water cannon, Nusi menjelaskan bahwa kejadian tersebut dekat Sekretariat Tim Kerja Pemeriksaan Massal Rapid Tes masyarakat adat Saireri.

“Terjadi di samping kantor kami saat kami mengumpulkan masyarakat Saireri di Kota Jayapura untuk melakukan pemeriksaan rapid test virus korona,” katanya.

Menurutnya, kejadian diduga karena minuman keras. Ada empat orang saksi yang telah dibawa Polres Jayapura Kota untuk dimintai keterangan.

“Mereka diduga mabuk dan ketika polisi menyemprot water cannon kemudian korban Silas Dimara langsung meninggal dunia dan keluarga korban meminta agar pelakunya diusut sesuai dengan prosedur hukum,” ujarnya.

Nusi mengatakan, pihaknya meminta Pemprov Papua dan Pemerintah Kota Jayapura untuk melakukan evaluasi total terhadap pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

“Karena kebijakan tersebut belum ada payung hukum yang jelas, aspirasi ini sudah disampaikan kepada Gubernur Provinsi Papua, MRP (Majelis Rakyat Papua), Polda Papua, dan Pemerintah Kota Jayapura,” katanya.

Kepala Bidang Humas  Polisi Daerah Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal melalui siaran pers yang diterima Jubi, Selasa 26 Mei 2020 menyebutkan peristiwa tersebut terjadi pukul 17.30 WIT di Areal Restauran Tenderloin.

“Telah terjadi kasus jatuhnya seorang atas nama Justinus Silas Dimara saat menghindari semprotan Tim Covid-19 Provinsi Papua, korban saat itu bersama sejumlah orang,” tulis siaran pers. (*)

Editor: Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top