Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Kota Jayapura dikecualikan dari kebijakan adaptasi kenormalan baru

Wakil Gubernur Papua
Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal. - Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Banyaknya kasus positif korona di Kota Jayapura membuat wilayah itu akan dikecualikan dari penerapan adaptasi kenormalan baru yang akan diterapkan Pemerintah Provinsi Papua mulai Agustus 2020. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal di Kota Jayapura, Kamis (30/7/2020).

Menurut Tinal, kebijakan relaksasi atau pelonggaran tahap II atas Pembatasan Sosial Diperketat dan Diperluas akan berakhir pada 31 Juli 2020. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Papua akan melakuan evaluasi bersama pemerintah kabupaten/kota untuk memberlakukan adaptasi kenormalan baru.

Dalam adaptasi kenormalan baru itu, ada sejumlah aktivitas yang bisa dijalankan, termasuk kegiatan belajar mengajar secara bertatap muka, aktivitas perkantoran, dan aktivitas ekonomi. Akan tetapi, Tinal menyatakan adaptasi kenormalan baru itu belum akan diterapkan di Kota Jayapura, karena masih tingginya tingkat penularan virus korona di sana.

Kota Jayapura dikecualikan dari kebijakan adaptasi kenormalan baru 1 i Papua

Baca juga: Update 28 Juli: Sejak pembatasan sosial dilonggarkan, ada 900 kasus baru di Papua

“Secara umum Papua baik, hanya ada beberapa tempat yang perlu mendapatkan perhatian khusus [dari] semua pihak. Makanya ke depan bukan relaksasi lagi, tapi adaptasi. Proses belajar mengajardi daerah lain bisa dilakukan [secara bertatap muka], dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kecuali Kota Jayapura, [di Kota Jayapura belum bisa diterapkan adaptasi], sebab hampir semua kelurahan merah,” ujar Tinal seusai rapat bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis.

Terkait kecenderungan Kota Jayapura menjadi episentrum pandemi Covid-19, Tinal meminta generasi muda ikut terlibat menyadarkan masyarakat Kota Jayapura untuk berdisiplin menerapkan protokol kesehatan. Ia menyatakan kemampuan masyarakat memutus rantai penularan korona menjadi kunci menyelesaikan pandemi Covid-19.

“Semua pemuda akan kami libatkan dan mereka akan disebut Pemuda Anti Corona. Untuk menang melawan Covid, kuncinya di masyarakat. Bukan di perawat, satgas dan pemerintah. Mari kita bersama-sama menyadarkan dan mengubah pola pikir masyarakat di wilayah Kota Jayapura dalam menghadapi pandemi Covid-19,” kata Tinal. (*)

Loading...
;

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top