Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kota Jayapura jadi gerbang peredaran minuman beralkohol di Papua

Foto ilustrasi, orang mabuk. – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kelompok Kerja Agama Majelis Rakyat Papua atau Pokja Agama MRP menyatakan Kota Jayapura menjadi pintu gerbang peredaran minuman beralkohol dan narkoba di Papua. Pemerintah Kota Jayapura minta lebih tegas dan menjalankan komitmen untuk membatasi peredaran minuman beralkohol dari Kota Jayapura.

Hal itu disampaikan Ketua Pokja Agama MRP, Yoel Mulait di Jayapura pada Rabu (26/2/2020). Pokja Agama MRP telah mengelar dua pertemuan untuk membahas peredaran minuman beralkohol dan narkoba di Papua, khususnya di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom. Kedua pertemuan itu menyoroti maraknya peredaran minuman beralkohol/minuman keras (miras) di Papua.

Mulait menyatakan Kota Jayapura menjadi pintu masuk pasokan minuman beralkohol ke kabupaten Jayapura dan Keerom. Selanjutnya, Kabupaten Jayapura menjadi pintu masuk pasokan minuman beralkohol ke sedikitnya delapan kabupaten di wilayah pegunungan tengah Papua.

Menurut Mulait, jika Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura terus membiarkan perdagangan alkohol di wilayahnya, pemerintah daerah lain akan kesulitan memberantas peredaran alkohol di wilayah mereka. Pemkot Jayapura harus mengikuti langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura yang menutup tempat penjualan minuman beralkohol di wilayahanya.

“[Pemerintah] Kota juga harus menutup [tempat penjualan minuman beralkohol]. Kedua daerah ini, [Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura], harus tutup [semua tempat penjualan minuman beralkohol], karena ini pintu masuk miras dan narkoba,” kata Mulait.

Mulait meminta Pemkot Jayapura tegas menjalankan Peraturan Daerah Provinsi Papua Nomor 15 tahun 2013 tentang Pelarangan Produksi, Pengedaran dan Penjualan Minumal Berakohol (Perdasi 15/2013). Menurutnya, Pemkot Jayapura jangan berdalih bahwa Perdasi 15/2013 bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi, atau menjadikan kepentingan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai dalil mengizinkan perdagangan minuman beralkohol.

Loading...
;

“[Masalah peredaran minuman beralkohol di Papua] itu kasusnya beda. Kebijakan pemerintah daerah [di Papua] harus melihat situasi. Kematian akibat miras, dan jumlah konsumen miras terus bertambah. Wali Kota [Jayapura] harus berani dan mau [menutup perdagangan minuman beralkohol]. Saya kira semua rakyat setuju dengan MRP,” kata Mulait.

Ia menyatakan Pemkot Jayapura telah menyatakan diri untuk membangun Kota Jayapura demi kemuliaan Tuhan. Seharusnya Pemkot Jayapura bisa mengantasi peredaran minuman beralkohol di wilayahnya.

“Jargonnya begitu, membangun kota demi kemuliaan Tuhan. Akan tetapi, setiap Minggu pagi kita menemukan banyak orang mabuk, bukan ke gereja. Pemkot Jayapura mesti punya strategi lain [dalam mencari] PAD. Ada cara yang lebih manusiawi [dan] sesuai dengan jargon Kota Jayapura,” kata Mulait.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jayapura, Rusman Kadir menyatakan Pemkab Jayapura berkomitmen terus melaksanakan aturan Perdasi 15/2013 untuk memberantas peredaran minuman beralkohol dan narkoba di Kabupaten Jayapura. Rusman menyatakan Pemkab Jayapura telah menjadikan minuman beralkohol dan narkoba sebagai musuh bersama.

“Pemerintah Jayapura mencanangkan sejumlah hal menjelang [penyelenggaraan] Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua 2020. Salah satunya, pemberantasan narkoba dan miras,” kata Rusman.

Salah satu wakil mahasiswa yang diundang dalam Rapat Dengar Pendapat MRP, Thinus Lamek Yewi mengatakan mahasiswa sangat berharap pemerintah membebaskan Papua dari minuman keras dan narkoba. “Karena [jumlah] anak muda makin berkurang, [gara-gara] kecelakaan dan kematian usai mengonsumsi minuman beralkohol. Izin penjualan minuman beralkohol harus dicabut,” kata Yewi. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top