Follow our news chanel

KPA Kota Jayapura: 2020, Kota Jayapura zero HIV dan AIDS

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Jayapura, Rustan Saru mengatakan, pihaknya akan bekerja keras untuk mencapai target zero Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) pada tahun 2020 mendatang.

“Selama ini kami sudah bekerja keras dalam menekan angka penyebaran penyakit HIV dan AIDS di Kota Jayapura. Ada beberapa upaya yang sudah kami lakukan, dan buktinya angka tersebut dari tahun ke tahun sudah mulai turun,” kata Rustan Saru yang juga menjawab sebagai wakil wali kota Jayapura menjawab pertanyaan Jubi, Rabu (23/1/2019) di Jayapura.

Kata Rustan, penurunan angka penyebaran diakibatkan karena masyarakat Kota Jayapura sudah mulai sadar akan bahaya dari penyakit yang mematikan tersebut. Selain itu, pihaknya menekankan agar masyarakat menghindari seks bebas, dan selalu menggunakan alat kontrasepsi.

Dari data yang dihimpun Jubi, Kota Jayapura menempati urutan kedua setelah Kabupaten Nabire. Jumlah penderita di Kota Jayapura untuk penderita HIV sebanyak 1.978, penderita AIDS sebanyak 4.213 dengan total secara keseluruhan sebanyak 6.189 penderita HIV dan AIDS. Sedangkan yang sudah meninggal sebanyak 185 penderita.

“Yang perlu diluruskan di sini bahwa angka penderita tersebut bukan karena sebagai penyebar tetapi angka tersebut didapatkan dari orang-orang yang masuk ke Papua khususnya ke Kota Jayapura. Orang yang masuk tersebut sudah terjangkit dari daerah asalnya. Jadi angka tersebut naik bukan karena penyebarannya,” tegas Rustan.

Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua, Constant Karma mengatakan, tingginya angka HIV/AIDS di Papua dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah minimnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit ini. Selain itu masyarakat Papua masih enggan melakukan pemeriksaan medis sebagai salah satu langkah deteksi awal penyakit ini.

Loading...
;

“Masyarakat masih enggan untuk melakukan pemeriksaan. Angka yang didapatkan ini ketika seseorang sudah masuk pada stadium AIDS. Ini problem karena ketika sudah masuk pada tahap AIDS maka akan susah untuk mengembalikan kondisi tubuh penderita ke kondisi prima,” katanya kepada Jubi belum lama ini.

Menurut Karma, HIV/AIDS bisa ditularkan melalui darah, ASI, air mani atau cairan vagina yang terinfeksi. Penularan terjadi jika ada kontak langsung dengan luka di kulit atau selaput lendir yang terbuka seperti mulut, hidung, vagina, rektum dan bukaan penis.

“HIV/AIDS  juga dapat ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman seperti oral atau anal, serta kontak antar darah dan kontak antar cairan tubuh. Berciuman dapat aman apabila kedua pasangan tidak ada luka atau sariawan, bersentuhan, berpelukan, dan berinteraksi seperti biasanya secara aman dengan orang yang memiliki HIV,” katanya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top