Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

KPA Papua akan bekerjasama dengan organisasi peduli HIV/AIDS

Ilustrasi kampanye pencegahan penularan HIV di Provinsi Papua - Jubi/Mawel
KPA Papua  akan bekerjasama dengan organisasi peduli HIV/AIDS 1 i Papua
Ilustrasi kampanye pencegahan penularan HIV di Provinsi Papua – Jubi/Mawel

Jayapura, Jubi – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua akan bekerja sama dengan organisasi-organisasi kemanusiaan yang peduli pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan yang gencar mengampanyekan penanggulangan HIV dan AIDS.

Ketua KPA Papua Yan Matuan mengatakan ada banyak organisasi yang selama ini melakukan pendampingan bagi ODHA.

“ Kami akan kerja sama.Jumlah penderita bertambah tetapi kami akan ubah metode untuk selamatkan (ODHA) yang tersisa ini,” kata

Katanya, beberapa tahun ini jumlah orang yang kena HIV mencapai puluhan. Hal ini menjadi beban relawan,aktivis, organisasi yang terlibat dalam pendampingikan ODHA untuk mengubah metode sosialisasi dan kampanye bahaya dan penanggulangan HIV dan AIDS.

Ketua Inti Muda Papua, Martina Trifena Yaroseray mengatakan pihaknya bersedia jika dilibatkan KPA “Karena progam di organisasi kami sangat bersinggungan atau berkaitan dengan KPA Provinsi Papua” jelasnya.

Dia mengatakan, laporan perkembangan HIV dan AIDS pada triwulan I Tahun 2018 menunjukkan pentingnya investasi program pencegahan dan penanggulangan pada kelompok orang muda.

Jumlah kumulatif infeksi HIV dan AIDS yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah 291,129 kasus HIV dan 106,965 kasus AIDS. Secara konsisten jumlah kumulatif AIDS tertinggi terjadi pada kelompok usia 20-29 tahun, dengan persentase kumulatif mencapai 31,4 persen.

Loading...
;

Persentase kumulatif AIDS pada kelompok usia 15-19 tahun telah mencapai 2,7 persen. “Pada rentang usia tersebut berdasarkan Undang-Undang Kepemudaan No 40 tahun 2009 dinyatakan sebagai penduduk usia muda,” jelas perempuan yang juga menyandang gelar Duta genre 2018 itu.

Dia mengatakan, hendaknya KPA merekrut banyak orang untuk menjadi relawan. Tetapi hal yang penting, mereka harus diberi pembekalan atau diedukasi. Hak kesehatan seksual dan reproduksi.

Ini agar mereka memiliki pemahaman terkait hak kesehatan seksual dan reproduksi tetapi juga diedukasi terkait HIV / AIDS

Dia juga memberikan contoh untuk kampanye yang efektif bahaya HIV dan AIDS untuk Orang Asli Papua

1. Yang menyampaikan harus orang Asli Papua

2. Mengunakan dialek Papua

3. Dan peserta kampanye dominan Papua agar mudah dipahami.

4. menyertakan orang yang berpengaruh. Agar meningkatkan minat remaja. (*)

Editor: Syam Terrajana

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top