Follow our news chanel

KPAI sebut beasiswa produsen rokok eksploitasi terselubung

Ilustrasi dilarang merokok, pixabay.com
KPAI sebut beasiswa produsen rokok eksploitasi terselubung 1 i Papua
Ilustrasi dilarang merokok, pixabay.com

KPAI pernah memanggil Djarum Foundation terkait hal itu, termasuk menjelaskan pengertian eksploitasi anak yang terkandung pada kegiatan audisi tersebut.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi– Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menuding kegiatan audisi beasiswa bulutangkis Djarum Foundation pada Minggu (28/7/2019) di GOR KONI Bandung merupakan bentuk eksploitasi anak secara terselubung oleh industri rokok.  KPAI pernah memanggil Djarum Foundation terkait hal itu, termasuk menjelaskan pengertian eksploitasi anak yang terkandung pada kegiatan audisi tersebut.

“Pihak Djarum memang menolak dikatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk eksploitasi, tapi tentu saja patokan eksploitasi ini harus kembali merujuk pada undang-undang ataupun payung hukum yang ada di Indonesia, bukan atas persepsi pihak tertentu,” kata Komisioner KPAI Bidang Kesehatan dan NAPZA, Sitti Hikmawatty, Senin, (29/7/2019).

Berita terkait : RSUD Wamena kewalahan tegakkan aturan larangan merokok dan makan pinang

Konsumsi buah warga Purbalingga lebih rendah dibanding rokok

Ini titik rawan penyimpangan pajak rokok daerah

Loading...
;

Semula, dia mengatakan sudah ada kesepahaman dengan pihak Djarum Foundation untuk tidak lagi mengadakan kegiatan audisi, meski akhirnya diadakan kembali tanpa perubahan seperti yang sudah disampaikan dalam diskusi dengan KPAI.

“KPAI sangat menyesalkan kejadian itu. Dengan begitu, masih ada pihak-pihak yang melakukan eksploitasi pada anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan,” kata Sitti.

Lembaga itu KPAI meminta Djarum Foundation menghentikan agenda kegiatan audisi yang masih akan dilakukan di beberapa kota lain. Langkah itu telah dilakukan dengan menyurati beberapa kementerian dan lembaga yang memiliki korelasi kuat dengan upaya perlindungan sepenuhnya anak dari eksploitasi rokok.

KPAI beralasan paparan iklan rokok bagi anak harus terus diperangi. Hasil Riskesdas terakhir menunjukkan prevalensi anak merokok naik menjadi 9,1 persen dari target yang direncanakan hanya pada angka 5,4 persen.

“Tentu upaya-upaya untuk membatasi dan mengatasi keterpaparan anak oleh rokok harus lebih digiatkan lagi,” katanya.

Sitti mendorong  Kementerian Pemuda dan Olah Raga agar melakukan kanalisasi bagi anak-anak yang memiliki bakat dan ketertarikan pada dunia olah raga khususnya bulu tangkis sehingga animo ini dapat ditampung sebagai bentuk kegiatan audisi resmi yang dilakukan oleh negara.

Baca juga : Pelajar SMP YPPK Waghete gelar protes, lantaran hukuman kunyah rokok

Niatnya bakar rokok, rumah ikut ludes terbakar

Selain itu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga melakukan peninjauan ulang pada kabupaten kota dengan status Kota Layak Anak (KLA) yang masih mengakomodasi iklan rokok.

“Berikan perlindungan sepenuhnya pada anak dengan menjaga mereka dari bentuk-bentuk kegiatan yang tanpa disadari justru malah merupakan sebuah bentuk eksploitasi terselubung,” kata Sitti menegaskan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top