Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

KPK dinilai perlu menelusuri aliran dana APBD Mimika

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi – Legislator Papua dari daerah pemilihan Mimika dan kabupaten lain di wilayah adat Meepago, Mathea Mamoyao menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan institusi penegak hukum lainnya perlu menelusuri aliran dana APBD Mimika tahun ini yang nilainya Rp2,9 triliun.

Hal itu dikatakan Mathea lantaran menilai tidak ada pembangunan yang nampak di Mimika tahun ini, padahal kabupaten tersebut mendapat nominal dana APBD paling besar dibanding 27 kabupaten lain dan satu kota di Papua.  

"Harusnya dana APBD Mimika dan dana lainnya ditelusuri oleh pihak terkait misalnya KPK. Sekarang saja guru honorer menuntut haknya yang sudah enam bulan tidak dibayarkan. Sejauh ini saya belum mendengar ada respons dari pemerintah kabupaten. Ke mana dana untuk pendidikan di Mimika?" kata Mathea menjawab pertanyaan Jubi, Selasa (1/8/2017).

Menurutnya, kalau memang hak guru honorer tidak dianggarkan dalam APBD tahun ini, seharusnya sejak awal pemerintah setempat jujur dan memberhentikan para guru honorer.

"Tapi risikonya, tidak akan ada tenaga pendidik di wilayah pedalaman Mimika. Atau kalau memang tidak dicantumkan anggarannya dalam DPA, harus dimasukkan dalam APBD perubahan tahun ini," ujarnya.

Katanya, Pemkab Mimika jangan membiarkan masalah itu, karena bagaimanapun keberadaan guru honorer dan guru kontrak di wilayah itu, sangat membantu keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah pedalaman.

Loading...
;

"Kalau memang kepala dinas pendidikan tidak mampu menyelesasikan masalah ini, sebaiknya dicopot saja. Bupati harus melihat masalah ini, apalagi sekarang posisi anggota DPRD Mimika tidak jelas," katanya. 

Anggota Komisi V DPR Papua yang membidangi pendidikan, Maria Duwitau mengatakan, Pemkab Mimika harus segera memberi kepastian nasib para guru honorer di wilayah itu. Guru honorer menuntut apa yang menjadi haknya.

"Kalau pemkab tidak mampu membayar, jangan mengangkat guru honorer. Kekosongan guru di Mimika karena guru yang berstatus ASN kebanyakan ditarik ke dinas," kata Maria. (*)

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top