HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

KPK geledah kantor BPR Indramayu terkait suap

Foto ilustrasi, gedung KPK - kpk.go.id
Foto ilustrasi, gedung KPK – kpk.go.id

Sehari sebelumnya, Senin kemarin juga telah memeriksa 12 saksi yang berasal dari unsur Pemkab Indramayu dan swasta.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ย menggeledah di kantor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Indramayu dalam penyidikan kasus suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat Tahun 2019.

“Tim KPK datangi BPR Indramayu sejak pagi pukul 10.00 WIB tadi. Penggeledahan dilakukan dalam perkara tindak pidana korupsi suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu Tahun 2019,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa, (10/12/2019).

Baca juga :ย Kasus suap Jaksa Yogayarta, sejumlah orang ini dipanggil KPK

Gandeng KPK, Pemkab Jayapura sosialisasikan optimalisasi PAD KPK nilai progres penertiban aset di Papua lambat

Sehari sebelumnya, Senin kemarin juga telah memeriksa 12 saksi yang berasal dari unsur Pemkab Indramayu dan swasta.

Loading...
;

“Kemarin, 9 Desember 2019 dilakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi di Polres Cirebon Kota. Saksi dari unsur Pemkab Indramayu dan swasta,” ucap Febri menambahkan.

Menurut Febri KPK mendalami informasi terhadap 12 saksi itu tentang dugaan pengaturan proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dan penerimaan uang dari rekanan-rekanan.

Tercatat lembaga anti rasuah itu telah menetapkan empat tersangka terkait kasus suap, yaitu Bupati Indramayu nonaktif Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triyono, dan Carsa AS dari unsur swasta.

Supendi, Omarsyah, dan Wempy diduga sebagai pihak penerima suap dalam kasus tersebut. Sedangkan sebagai pemberi, yakni Carsa.

Pemberian yang dilakukan Carsa pada Supendi dan pejabat Dinas PUPR diduga merupakan bagian dari komitmen “fee” 5 sampai 7 persen dari nilai proyek.

Supendi diduga menerima total Rp200 juta, yaitu Mei 2019 sejumlah Rp100 juta yang digunakan untuk THR, 14 Oktober 2019 sejumlah Rp100 juta yang digunakan untuk pembayaran dalang acara wayang kulit dan pembayaran gadai sawah. Sedangkan Omarsyah diduga menerima uang total Rp350 juta dan sepeda dengan rincian dua kali pada Juli 2019 sejumlah Rp150 juta, dua kali pada September 2019 sejumlah Rp200 juta, dan sepeda merk NEO dengan harga sekitar Rp20 juta.

Wempy diduga menerima Rp560 juta selama lima kali pada Agustus dan Oktober 2019.

Uang yang diterima Omarsyah dan Wempy diduga juga diperuntukkan untuk kepentingan Supendi, pengurusan pengamanan proyek, dan kepentingan sendiri. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa