KPK sedang awasi penggunaan dana desa

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Kupang, Jubi – Pengamat ekonomi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) James Adam mengatakan KPK tengah melakukan tindakan pencegahan dan penyimpangan terhadap dana desa dengan meminta Pemerintah Daerah setempat mengaudit penggunaan dana desa.

“Tindakan audit dari instansi terkait di daerah ini penting dilakukan sebagai upaya pencegahan pengelolaan dana tersebut," katanya kepada Antara di Kupang, Selasa (15/11/2016).

Mantan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ini mengatakan hal itu terkait pernyataan Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan yang meminta pemerintah kabupaten termasuk yang ada di Nusa Tenggara Timur wajib mengaudit dana desa dalam penggunaannya di lapangan.

Menurut Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan, pihaknya tidak akan memeriksa atau mengawasi pada tingkat desa. Karena sifat dana desa ini lebih kecil di desa, tapi begitu besar secara nasional. “Tapi kita akan bantu instansi terkait di tingkat pusat untuk membangun sistem pengawasan dan seterusnya sehingga pemanfaatannya optimal berdasarkan tujuan dari dana desa itu sendiri,” katanya.

Dia menyebut dalam tahun 2016, NTT mendapat alolasi dana desa sebesar Rp1,8 triliun atau mengalami kenaikan lebih dari 100 persen dari tahun 2015 lalu sebesar Rp812,8 miliar. Dana desa akan didistribusikan untuk 2.950 desa yang tersebar di 21 kabupaten, minus Kota Kupang untuk selanjutnya digunakan sesuai peruntukkannya seperti diatur dalam UU Desa itu sendiri.

“Alokasi dana desa untuk NTT tahun 2016 ini ada meningkatkan cukup signifikan, dari Rp812,89 miliar tahun 2015 menjadi Rp1,8 triliun pada 2016, sehingga pemanfaatannya sesuai dengan ketentuan untuk mensejahterakaan masyarakat di daerah ini,” katanya.

Loading...
;

Menurut dia, besaran alokasi tiap desapun mengalami peningkatan yakni sekitar Rp500 juta perdesa dari sebelumnya antara Rp200-250 juta per desa, apabila pemanfaataannya prioritas sektor-sektor riil seperti infrastruktur jalan, air bersih dan pemberdayaan ekonomi, akan sangat berguna. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top