HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

KPK tetapkan 38 anggota DPRD Sumut tersangka korupsi

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi – Kasus dugaan tindak pidana korupsi yang dialami oleh mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, kembali menghentak publik. KPK akhirnya menetapkan 38 anggota DPRD Sumatera  Utara sebagai tersangka karena diduga menerima hadiah atau janji dari Gatot.

"Benar, sudah mengeluarkan sprindik (surat perintah penyidikan)," kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (30/3/2018) malam.

KPK tetapkan 38 anggota DPRD Sumut tersangka korupsi 1 i Papua

Surat perintah penyidikan itu tertanggal 28 Maret 2018 untuk 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019.

"Sebagian dari mereka sudah tidak menjabat sebagai anggota DPRD lagi," tambah Agus.

KPK juga sudah mengirimkan surat pemberitahuan penetapan tersangka kepada Ketua DPRD Sumatera Utara mengenai penetapan para tersangka itu.

Para tersangka selaku anggota DPRD provinsi Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 disangkakan pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 64 ayat 1 dan pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Loading...
;

Ke-38 orang tersangka itu adalah Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar, Muhammad Faisal, DTM Abul Hasan Maturidi Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan.

Selanjutnya Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawati Munthe, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan Sarumaha, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian.
Kemudian Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah dan Tahan Manahan Panggabean.

Gatot ditetapkan KPK menjadi pesakitan medio 2014 akibat korupsi yang dilakukannya, yang merugikan negara senilai Rp60 miliar lebih. Ke-38 anggota DPRD Sumatera Utara ini, ikut tersandung karena diduga menerima uang hasil korupsi dana bansos tersebut. (*)

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa