KPPU Awasi Tender Logistik Pilkada 11 Kabupaten

Makassar, Jubi/Antara – Komisi Pengawas Persaingan Usaha Perwakilan (KPPU) Perwakilan Makassar mengawasi proses tender logistik di 11 kabupaten, Sulawesi Selatan apalagi yang sudah disanksi karena adanya praktek monopoli dalam tender sebelumnya.

“Kami di KPPU terus mengawasi mekanisme tender yang dilakukan oleh KPU. Kami ingin memastikan proses tender berjalan dengan benar tanpa adanya praktek monopoli,” kata Kepala Kantor Perwakilan Makassar KPPU, Ramli Simanjuntak, di Makassar, Senin (17/8/2015).

Dia mengatakan proses tender pengadaan logistik di 11 kabupaten akan diikuti oleh beberapa perusahaan dan untuk menjamin prosesnya berjalan lancar dan tanpa praktek monopoli serta suap menyuap.

Apalagi pada proses tender pengadaan logistik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel tahun 2013 sempat menjadi perhatian publik karena belakangan diduga terjadi praktek persekongkolan.

“Di pilkada 2013 lalu itu, ada empat perusahaan yang diusut dan semuanya sudah mendapat sanksi dari Majelis Komisi KPPU. Perusahaan yang terbukti melanggar mendapatkan sanksi berupa denda,” katanya.

Meskipun setelah denda itu, lanjut Ramli, para pengusaha ini mengajukan banding karena menganggap jika proses tender yang dilakukannya sudah sesuai dengan mekanisme yang dipersyaratkan.

Keempat perusahaan yang dilaporkan dan telah disanksi oleh Majelis KPPU yakni ; CV Adi Perkasa, CV Muthmainnah, CV Yunico Lestari, dan CV Biluhu Tengah Permai.

Loading...
;

Ramli menyebutkan pihaknya menjatuhkan hukuman berupa denda sebesar Rp 1 miliar kepada terlapor dua yaitu CV Adi Perkasa, terlapor tiga CV Muthmainnah sebesar Rp 185 Juta, terlapor empat CV Yunico Lestari sebesar Rp 193 juta, dan terlapor lima CV Biluhu Tengah Permai sebesar Rp 138 juta.

“Perkara tersebut bernomor 10/KPPU-L/2014 Tentang Dugaan Pelanggaran Persaingan Usaha pada Pengadaan Barang Cetakan dan Penggandaan Perlengkapan KPPS/TPS, PPS dan PPK Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sulawesi Selatan 2013,” katanya.

Dalam putusan perkara itu, Majelis KPPU yang diketuai Kurnia Sya’ranie menilai bahwa, keempat perusahaan tersebut terbukti melakukan persekongkolan untuk memenangkan CV Adi Perkasa.

Perusahaan percetakan milik James Anggrek yang dikuatkan adanya bukti kesamaan dokumen penawaran serta pengakuan James Anggrek yang menggunakan perusahaan lain sebagai perusahaan pendamping.

Kurnia menyebut, dalam perkara itu terbukti adanya persekongkolan horisontal dan vertikal pada proyek tersebut, yang menurut Majelis KPPU, terlapor dua yaitu CV Adi Perkasa memanfaatkan perusahaan lainnya yang menjadi pesaing tender sebagai perusahaan pendamping.

Sementara itu, CV Adi Perkasa, dalam persidangan mengakui adanya fakta jika pihaknya sempat melakukan komunikasi dan pertemuan untuk membahas tender tersebut.

Sementara terlapor empat dan lima, dengan sengaja tidak melampirkan dokumen jaminan penawaran pada dokumen lelang ke panitia tender, agar perusahaan itu digugurkan dan memuluskan CV Adi Perkasa memenangkan tender.

Dalam pertimbangan Majelis KPPU, terungkap bahwa adik James Anggrek, Edwin Angrek menggunakan perusahaan terlapor empat dan lima pada tender tersebut.

“Selain persekongkolan sesama perusahaan peserta tender, kami juga menyimpulkan telah terjadi persekongkolan antara panitia tender dengan perusahaan pemenang tender, di mana panitia dengan segaja membuat syarat teknis spesifikasi mesin percetakan yang persis sama dengan mesin cetak milik CV Adi Perkasa sebagai pemenang tender,” katanya.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, selain dari para pengusaha percetakan yang telah mendapatkan sanksinya, para pengawas dan panitia lelang yang terbukti juga mengetahui persekongkolan akan dibuatkan rekomendasi dan ditembuskan kepada Ketua KPU Sulsel untuk diberikan sanksi administrasi. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top