Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Papua
Sekretaris KPU Nabire Michael Mote memantau pendistribusian logistik pilkada, Senin (7/12/2020) - Jubi/Titus Ruban.

KPU Nabire pastikan TPS taati protokol kesehatan

Papua No.1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Komisi Pemilihan Umum Nabire menjamin  kepastian penerapan protokol kesehatan pada proses pemungutan suara Pilkada 2020.  Mereka telah menginstruksikan seluruh Kelompok Pengelenggara Pemungutan Suara atau KPPS menaati aturan dalam pencegahan pandemi Covid-19 tersebut.

“Pemilih wajib mengenakan masker. Setiap TPS (tempat pemungutan suara) juga wajib menyediakan tempat mencuci tangan beserta sabun, lap, dan hand sanitizer,“ kata Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nabire Michael Mote di sela pendistribusian logistik pilkada, Senin (7/12/2020).

Mote mengatakan penerapan  protokol kesehatan dimulai pada saat sebelum mencoblos. Pemilih harus menjaga jarak fisik saat mengantre, dan mencuci tangan sebelum maupun setelah pencoblosan.

“Pemilih yang tidak mengenakan masker harus pulang. Mereka baru diperbolehkan mencoblos setelah mengenakan masker,” ujar Mote.

Ketua TPS 22 Kelurahan Kalibobo Bagio Asaribab menyatakan kesiapan mereka dalam menerapkan protokol kesehatan pada pemungutan suara Pilkada Nabire. “Petunjuk KPU mengenai (ketaatan terhadap) protokol kesehatan wajib kami jalankan.”

KPU Nabire menyiapkan sekitar 183 ribu surat suara untuk 500 TPS yang tersebar di 15 distrik. Surat suara beserta logistik lain mulai didistribusikan pada hari.

“Surat suara dikirim (dari percetakan) melalui Makassar, Surabaya, Manokwari, dan Jayapura. Bongkar muat dan pelipatannya baru selesai pada 5 Desember (Sabtu),” kata Mote.

Loading...
;

Pendistribusian logistik pada hari ini ditujukan kepada 13 distrik dan ditargetkan rampung pada hari ini juga. Adapun dua distrik lain didistribusikan pada besok.

“Pendistribusian ke Distrik Dipa, dan Menou menggunakan helikopter. Selain itu, ada yang melalui jalur laut karena daerah kepulauan, seperti Distrik Napan, Yaur, Teluk Umar, Wapoga, dan Moora,” jelas Mote.

Selain jalur udara dan laut, pendistribusian logistik juga menempuh jalur darat. Ada sembilan distrik yang bisa diakses melalui transportasi darat. Namun, beberapa di antaranya memiliki tingkat kesulitan tinggi sehingga ongkos angkutnya menjadi mahal .

“Jarak Nabire ke Uwapa cukup jauh dan rawan karena melewati jurang dan pengunungan. Ongkos truk (biaya angkutnya) sangat mahal, yakni Rp7 juta (sekali jalan),” kata Ketua Panitia Pemilihan Distrik (PPD) Uwapa Silas Mauri. (*)

 

Editor: Aries Munandar

 

Scroll to Top