Follow our news chanel

KPU Papua benarkan surat KPU RI terkait paslon pilkada Paniai

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komisioner KPU Papua, Tarwinto membenarkan adanya surat petunjuk dari KPU RI dengan nomor 585/PT.03.2-SD/06/KPU/VI/2018, yang ditujukan kepada KPU Papua di mana salah satu poin menyatakan bakal pasangan calon (paslon) kepala daerah Paniai, Hengky Kayame-Yeheskiel Tenouye tidak memenuhi syarat calon. 

Meski dalam surat itu tertanggal, 12 Juni 2018, namun menurutnya, surat petunjuk KPU RI tersebut keluar bersamaan dengan putusan Panwaslu Paniai yang meminta KPU Paniai melakukan pleno ulang mengakomodir bakal paslon Hengky Kayame-Yeheskiel Tenouye sebagai salah satu paslon bersama Meki Nawipa-Oktopianus Gobai yang ditetapkan sebagai paslon tunggal oleh KPU setempat, 8 Juni 2018.

"Betul. Itu kan surat KPU RI keluar bersamaan dengan putusan Paniai. Makanya kami sampaikan putusan Paniai ini mau diapakan karena bersamaan dengan surat KPU RI," kata Tarwinto ketika dihubungi Jubi via teleponnya, Senin (18/6/2018).

Menurutnya, KPU Papua menerima surat petunjuk KPU RI dan putusan Panwas Paniai, 14 Juni 2018. Pihaknya kemudian mengkonsultasikan hal itu ke KPU RI dan KPU RI menyatakan putusan Panwas Panisis yang dilaksanakan karena merupakan putusan hukum. 

"Kami koordinasi dengan pimpinan, putusan Panwas yang harus dilaksanakan," ucapnya. 
Ketika Jubi mengkonfirmasi hal ini kepada pihak penyelenggara pilkada Paniai, dua komisioner KPU Paniai, Markus You dan Zebulon Gobai yang dihubungi Jubi via telepon dan pesan singkat belum memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan. 

Sementara Solidaritas Peduli Demokrasi Kabupaten Paniai dan mahasiswa Meepago mendesak semua pihak yang bersengkata dalam pilkada Paniai menyambut baik keputusan KPU RI itu.

Loading...
;

Salah satu mahasiswa Meepago, Hengky Mote mengatakan, keputusan KPU RI itu merupakan dasar legal mengakhiri semua sengketa pilkada Paniai selama ini.

Menurutnya, tak ada alasan lagi untuk bakal calon yang gugur melakukan gugatan. "Mau menggugat dengan alasan hukum apa lagi? Emosi dan ambisi tak dapat dijadikan dasar hukum," kata Hengky Mote dalam keterangan pers, Sabtu (16/6/2018). (*)

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top