KPU Papua: Wilayah pegunungan paling rawan dalam pilkada

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua memetakan wilayah yang dianggap rawan di Papua ketika Pilkada serentak Februari 2017 mendatang.

Ketua KPU Papua, Ada Arisoi mengatakan, 10 kabupaten dan satu kota yang menggelar Pilkada serentak mendatang semua dianggap rawan. Namun kabupaten yang berada di wilayah pegunungan Papua dianggap paling rawan terjadi gesekan.

"Beberapa daerah yang dianggap paling rawan diantaranya Kabupaten Nduga, Lanny Jaya, Tolikara, Puncak Jaya, Intan Jaya dan Dogiay. Enam daerah yang dianggap rawan ini telah dipetakan. Kami minta aparat keamanan untuk ikut memback-up KPU, terutama ketika mengeluarkan keputusan-keputusan dianggap KPU sudah dianyatakan sah," kata Adam, Senin (26/9/2016).

Ia mengingatkan KPUD kabupaten/kota mengantisipasi berbagai kemungkinan. Aparat kepolisian juga harus berperan aktif membantu pengamanan.

“Keputusan KPU ada dua yakni, berdampak hukum dan berdampak pada Kamtibmas. Dua-dua keputusan ini harus terus dikawal oleh pihak keamanan sehingga tidak terjadi konflik yang akhirnya merugikan masyarakat," ucapnya.

Katanya, kemungkinan terjadinya gesekan bisa terjadi ketika pihak penyelenggara Pilkada mengeluarkan keputusan untuk setiap calon yang dianggap sah.

Loading...
;

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Orwan Tolli Wone berharap, Pilkada serentak 10 kabupaten dan satu kota di Papua awal 2017 mendatang berlangsung sesuai yang diharapkan. Tak ada gesekan di masyarakat pendukung para pasangan kandidat.

"Para kandidat juga harus bisa menangkan para pendukungnya. Jangan justru sebaliknya. Memanas-manasi pendukungnya untuk melakukan hal-hal yang tak diinginkan," kata Orawan.

Menurutnya, kalah menang dalam pesta demokrasi adalah hal biasa. Tak mungkin semua pasangan calon yang bersaing dalam Pilkada harus semua menang.

"Pasti hanya satu pasangan calon yang terpilih. Tapi itu juga harus benar-benar terpilih dengan proses demokrasi yang bersih. Bukan karena kecurangan dan lainnya," imbuh dia. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top