Kronologi 22 orang ditangkap polisi di Yahukimo, 7 di antaranya anak anak

papua
Suasana masyarakat sipil yang ditangkap dan dibawa ke Polres Yahukimo -Jubi/Piter Lokon

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Dekai, Jubi – 22 Orang ditangkap – 7 orang di antaranya masih anak -anak berusia 7 dan 12 tahun – oleh aparat gabungan BKO Brimob Polda Papua dan Kepolisian Resort (Polres) Yahukimo, Kota Dekai Yahukimo Papua, Senin (21/9/2021).

Kronologis yang berhasil dihimpun Jubi, penangkapan 22 orang masyarakat sipil itu terjadi pada Senin 20 September 2021 pukul 14:00 Wita, di kompleks Siep Asso, Kampung Dekai, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua.

Puluhan masyarakat Balinggama itu ditangkap setelah Pesta Budaya atau Barapen Babi di Bambu Dua. Usai menghelat bakar batu, puluhan orang itu pergi ke kali Biru dengan menggunakan truk. Mereka mandi-mandi di sana. Saat mereka hendak menuju ke kali, mereka diduga sudah dipantau dan diikuti aparat kepolisian yang mengendarai mobil Strada Hilux 4×4 berwarna putih.

Setelah mandi di Kali Biru dan menuju ke rumah, Mobil warna putih tersebut ikut dari belakang dan sampai di kompleks siep Asso, rombongan warga dihadang dan ditodong menggunakan senjata api. Mereka disuruh turun dari truk lalu dibawa ke markas Besar Polisi Yahukimo atau Polres Yahukimo .

Sekitar pukul 16:45, sebanyak 21 warga dipulangkan. Sementara satu orang atas nama Arnes Silak masih ditahan di Polres Yahukimo.

Atas kejadian penangkapan  anak-anak usia 7-16 tahun itu, terlihat ketakutan atas kejadian penangkapan tersebut. Itu terlihat dari foto saat mereka ditahan. Anak -anak itu takut dan ada yang meneteskan air mata.

Jurnalis Jubi di Yahukimo menemui istri dan dua anak Arnes Silak. Mereka menceritakan peristiwa itu.

Loading...
;

“Mobil Avanza 1 dan Strada putih satu, mereka palang (menghadang) kita, (kami disuruh) turun dari truk dan suruh kami angkat tangan dan polisi mereka bilang semua kasih HP. Kami duduk di panas di situ. Baru Bapa (Arnes Silak) sama orang satu mereka (polisi) taruh pistol di kepala sini baru Bapa itu didorong-dorong pakai senjata,” cerita ArS anak Arnes Silak berusia 12 tahun yang turut dibawa ke kantor polisi bersama puluhan warga.

Istri dari Arnes Silak, As mengatakan begitu tahu jika suami dan dua anaknya ditangkap, dia langsung menyambangi kantor Polres. Dia meminta meminta agar anak-anaknya serta suaminya agar dibebaskan, karena mereka belum makan dan minum.
menurut dia permintaannya itu sempat ditolak. Namun setelah itu, barulah kedua anaknya dikeluarkan dan dia bawa pulang.

“Bapa harus dibebaskan, Siapa yang jamin anak-anak kami dan saya di rumah sini? Bapa adalah tulang punggung keluarga disini, mohon dibebaskan, Bapa hanya antar adik-adik, Bapak tidak culik orang atau bunuh orang jadi mohon Pak Kapolres dan Kapolda bebaskan suami saya,” kata As.

As mengatakan setelah suaminya ditangkap, aparat kembali mendatangi dan menggeledah 2 rumah milik Arnes Silak .

“Di rumah sini polisi ambil kapak untuk berkebun, Caluwai dan Sumpit Ikan untuk mencari ikan, Parang potong makanan wam (Babi), anak anjing turut diambil, namun saya marah akhirnya kembali dilepaskan, kunci motor 1, mobil truk 1 buah, Hp 2 buah, kios dibongkar, buku-buku dikasih hambur, Alkitab dikasih balik-balik, pakaian dikasih hambur,” ungkap As.
Rumah kedua, di kilometer 4 juga turut digeledah polisi. Di sana diambil, kampak, parang, pisau dan kompor masak.

Sementara itu Kapolres Yahukimo AKBP Deni Herdiana yang dikonfirmasi Jubi membantah jika polisi melakukan penangkapan terhadap anak dan penangkapan terkait dugaan keterlibatan lainnya.

“Polisi tidak tangkap anak-anak orang yang menyampaikan itu sungguh tidak punya hati damai, tidak tahu permasalahan, masa Satgas dan Polri tangkap anak-anak? Ada sasaran kami di sana dan di antaranya supir,” pungkas Kapolres Yahukimo, AKBP Deni Herdiana, ketika dikonfirmasi Jubi, Selasa (21/9/2021) melalui pesan elektronik.

Kapolres menambahkan; terus anak-anak apakah harus kami turunkan di tengah jalan. Justru kami tidak tega dan bawa ke kantor, dan diturunkan mau diserahkan keluarganya tapi pemuda-pemuda yang masih berada di Polres malah larang.

“Kami bertanya yang lainnya turun dimana, tapi tidak ada yang menjawab dan semuanya ini diputar balik. seolah olah petugas (1) tangkap anak-anak, (2) melarang anak-anak untuk kembali. Padahal itu semuanya tidak benar. Dari itu kami menangkap pengumpul amunisi dan lain-lain.” tegas Kapolres.

Sampai saat ini, konfirmasi Kapolres Yahukimo, atas nama Arnes Silak yang tercatat sebagai pengendara truk tersebut, masih ditahan di Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berikut ini nama-nama warga yang ditangkap. Terdiri dari 15 orang dewasa dan remaja yaitu Eri Bahabol (20), Wasuok Silak (24), Tius Bahabol (19), Monius Silak (22), Komin Silak (23), Yomis Bahabol (20), EB (17), BB (17), AB (17), Keis Bayage (23),  Sina Bahabol (20), ES (16), Arnes Silak (27), Kel Iklai (23), Menase Sinik (24) .(*)

Ada pun 7 orang yang masih berstatus anak-anak yakni EB (7), PS (10), VS (12),ArS (12), OS (7), YS (10), NB (11). (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top