TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

KSAU akui salah terkait kekerasan terhadap seorang warga disabilitas di Papua

Ilustrasi Papua
ILustrasi kasus George Floyd dan kasu Merauke - IST
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo mengakui salah sekaligus menyampaikan permintaan maaf atas insiden anggotanya melakukan kekerasan, di antaranya menginjak kepala seorang penyandang disabilitas warga Papua di Merauke. Fadjar menegaskan akan menindak tegas dua anggota TNI AU pelaku kekerasan tersebut.

“Saya selaku KSAU ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh saudara-saudara kita di Papua, khususnya warga di Merauke, terkhusus lagi kepada korban dan keluarganya,” kata Fadjar dalam sebuah rekaman video yang diunggah dalam akun Twitter @_TNIAU, Selasa malam, (27/7/2021).

Berita terkait : Kekerasan terhadap penyandang disabilitas oleh anggota TNI AU mendapat perhatian KSP 

2 Polisi Militer Lanud Merauke injak kepala Steven, Danlanud minta maaf

Fadjar mengatakan insiden kekerasan itu terjadi memang karena kesalahan dari anggotanya. Ia menegaskan tidak ada niatan apapun juga apalagi berupa perintah kedinasan. Insiden itu menjadikan lembaganya segera mengevaluasi seluruh anggotanya dan juga akan menindak secara tegas terhadap pelaku yang berbuat kesalahan.

“Mohon dibuka pintu maaf,” ujar Fadjar menambahkan.

Sebelumnya sempat beredar sebuah video yang menunjukkan anggota TNI AU menginjak kepala seorang warga di media sosial. Dalam video berdurasi 1:20 menit, terlihat dua anggota berseragam TNI AU sedang mengamankan seorang pria. Salah satu anggota TNI AU itu kemudian terlihat menginjak kepala pria tersebut dengan menggunakan sepatu boots.

Dalam cuitannya, TNI AU menyatakan telah menahan dua anggotanya tersebut serta  dalam pengawasan Komandan Lanud J.A Dimara Merauke. Proses penyidikan juga sedang berlangsung.

TNI AU memastikan proses hukum tetap berjalan dan tidak segan menghukum sesuai tingkat kesalahannya. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending


Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us