HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Kuasa hukum terdakwa pembakar bendera tolak dakwaan Jaksa

Metuzalak Awon, kuasa hukum dua terdakwa dugaan pembakaran bendera di Manokwari saat memberikan keterangan pers kepada wartawan. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).
Kuasa hukum terdakwa pembakar bendera tolak dakwaan Jaksa 1 i Papua
Metuzalak Awon, kuasa hukum dua terdakwa dugaan pembakaran bendera di Manokwari saat memberikan keterangan pers kepada wartawan. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Kuasa hukum  GB dan II, dua terdakwa dugaan pembakaran bendera di Manokwari pada 19 Agustus 2019, menolak dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam agenda sidang eksepsi yang berlansung di Pengadilan Negeri Manokwari, Selasa (19/11/2019).

Penolakan terhadap dakwaan JPU (Eksepsi), disampaikan oleh Metuzalak Awom,SH, kuasa hukum GB dan II, dengan alasan adanya kesalahan materi dakwaan.

Kuasa hukum terdakwa pembakar bendera tolak dakwaan Jaksa 2 i Papua

“Kami tolak, karena kami nilai ada kesalahan dalam dakwaan. Klien kami disebut melakukan pembakaran terhadap bendera yang ditanam di jalan raya,” kata Awon kepada Jubi.

Dasar penolakan, kata Awom, dalam pasal 4 sampai dengan pasal 42 UU Nomor 24 Tahun 2009 hanya mengatur tentang pemasangan dan pengibaran bendera. Tidak disebutkan tentang bendera yang ditanam.

“Tapi dalam dakwaan, JPU sebut klien kami membakar bendera yang ditanam di jalan-jalan raya,” ujarnya lagi.

Dia mengungkapkan, yang disebut sebagai bendera ada aturan baku tentang jenis, ukuran, hingga tempat pemasangan.

“Hukum harus menyelesaikan masalah. Bukan menambah masalah, yang dimulai dari tahap penyidikan,” ujarnya.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Manokwari, Abdi Reza, MH, menyebut penolakan terhadap dakwaan adalah hak terdakwa dan tim kuasa hukumnya.

JPU akan segera menyiapkan materi, untuk menjawab penolakan dakwaan  Kuasa Hukum para terdakwa.

“Kami minta waktu satu minggu untuk beri tanggapan balik atas eksepsi tersebut,” ujar Reza.

Sidang yang dipimpin oleh hakim ketua, Saptono MH, itupun ditunda sementara hingga Selasa pekan depan, dengan
agenda tanggapan JPU atas eksepsi terdakwa.

Pantauan Jubi, di luar ruang sidang hingga ke halaman depan kantor Pengadilan Negeri Manokwari dijaga ketat oleh aparat Kepolisian Polda Papua Barat hingga proses sidang selesai. (*)

Editor : Edho Sinaga

 

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.