Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kucuran Dana Otsus sudah setara Rp Rp75,7 triliun, manfaat Otsus tetap dipertanyakan

Suasana Musrembang Otsus yang dihadiri kepala Bappeda se-Papua – Jubi/Istimewa

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Secara kumulatif, jumlah Dana Otonomi Khusus atau Otsus Papua yang telah diterima Papua selama periode 2002 sampai dengan 2018 sudah mencapai Rp75,657 triliun. Akan tetapi, banyak pihak tetap menilai Otsus Papua tidak menyelesaikan persoalan Papua. Para kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah atau Bappeda se-Papua diminta mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan pembangunan masyarakat asli Papua.

Asisten Bidang Umum Pemerintah Provinsi Papua, Ridwan Rumasukun mengatakan secara kumulatif jumlah kucuran Dana Otsus Papua yang telah diterima Papua sejak 2002 sampai 2018 telah mencapai Rp75,657 triliun. Kucuran itu terdiri dari Rp59,103 triliun alokasi dua persen Dana Alokasi Umum nasional, dan Rp16,553 triliun Dana Tambahan Infrastruktur Otsus Papua.

Akan tetapi, Ridwan Rumasukun mengakui banyak pihak tetap menilai Otsus Papua gagal menyelesaikan masalah Papua. “Ada semacam tuntutan yang ditagih publik Papua, [mengapa] Otsus belum seutuhnya memberi dampak sebagaimana [yang diharapkan ketika Otsus Papua diberikan]. Ungkapan ini yang harus bisa diterjemahkan para pemangku kepentingan di setiap daerah,” kata Ridwan di sela-sela Musyawarah Perencanaan dan Pengembangan (Musrenbang) Otsus wilayah adat yang berlangsung di Jayapura, Papua, Senin (25/11/2019).

Rumasukun meminta para kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah atau Bappeda se-Papua mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan pembangunan masyarakat Asli Papua. Identifikasi masalah itu diharapkan terfokus kepada penggunaan Dana Otsus Papua, sehingga bisa mengidentifikasi mengapa banyak pihak menilai Otsus Papua tidak menjawab persoalan Papua.

Selain memberikan masukan terkait pelaksanaan Otsus Papua, ujar ia, Bappeda se-Papua perlu juga membicarakan masalah dan kendala yang dihadapi dalam implementasi Urusan Bersama (UB). Masalah dan kendala UB itu antara lain dalam soal beasiswa unggul Papua dan pendidikan lainnya, peningkatan kesehatan masyarakat, ekonomi, perumahan dan fasilitas umum, perlindungan sosial, keagamaan, pengalihan kewenangan antara pemerintah kabupaten/kota dan provinsi, maupun persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020.

“Jika ada kendala, mari sampaikan dan carikan solusi. Musrembang Otsus wilayah adat merupakanΒ forum yang harus dimanfaatkan para pemangku kepentingan untuk menyelaraskan usulan penggunaan Dana Otsus, serta merekomendasikan perbaikan mekanisme dan sasaran kebijakan UB,” ujar Rumasukun.

Loading...
;

Rumasukun berharap bupati/wali kota di Papua mampu menghasilkan kesepakatan bersama yang mendukung penerapan kebijakan UB berbasis wilayah adat. “Saya harapkan bupati dan wali kota harus mampu menghasilkan kesepakatan bersama yang dapat dikerjasamakan dalam mendukung implementasi kebijakan UB dalam satu wilayah adat,” sambungnya.

Para kepala organisasi perangkat daerah provinsi (OPD), kabupaten dan kota pengelola Dana Otsus Papua juga diminta serius mendengarkan seluruh masukan Musrenbang Otsus itu, dan menindaklanjutinya. Masukan Musrenbang Otsus harus ditindaklanjuti dengan penyusunan program yang menampung aspirasi masyarakat dalam forum perencanaan Otsus.

“Program atau kegiatan yang disepakati dalam Musrembang Otsus ini [harus] diakomodir dalam dokumen perencanaan dan penganggaran OPD untuk didanai dengan alokasi dana Otsus bagian penerimaan 80 persen untuk kabupaten/kota, dan bagian penerimaan 20 persen untuk Provinsi,” katanya.

Kepala Bappeda Provinsi Papua, Yohanes Walilo, mengatakan program ataupun kegiatan yang dibiayai Dana Otsus harus disusun secara baik, dan diharapkan sesuai dengan visi misi Gubernur Papua. “Program yang dibuat provinsi, kabupaten dan kota harus selaras, agar pembangunan yang diiginkan bisa terwujud dengan baik sekaligus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Walilo. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top