HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Kurang optimal, Dana Otsus Papua perlu diperpanjang

Anggota BPK Harry Azhar Azis (kiri) menyerahkan hasil audit Dana Otsus Papua Barat kepada Wakil Gubernur Mohammad Lakotani, Kamis (7/11/2019) - Antara/Toyiban.
Anggota BPK Harry Azhar Azis (kiri) menyerahkan hasil audit Dana Otsus Papua Barat kepada Wakil Gubernur Mohammad Lakotani, Kamis (7/11/2019) – Antara/Toyiban.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi –  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengindikasikan pemanfaatan dana otonomi khusus (otsus) belum optimal di Papua Barat. Fakta itu terungkap dari hasil audit 2017-2019.

“Masih ada persoalan signifikan pada aspek regulasi, kelembagaan, sumber daya manusia, dan perencanaan, pencairan serta pemanfaatan (dana otsus). Ini harus segera diatasi. Jika tidak, dapat memengaruhi efektifitas penggunaan dana,” kata anggota BPK. Harry Azhar Azis, saat penyerahan hasil audit Dana Otsus Papua Barat kepada Wakil Gubernur Mohammad Lakotani, Kamis (7/11/2019).

Hasil audit BPK menunjukkan ada beberapa kelemahan dalam pelaporan dan pemanfaatan dana otsus di Papua Barat.  Salah satunya ialah ketidakjelasan pemisahan dana otsus dengan struktur pembiayaan APBD lainnya.

Persoalan itu ditengarai berdampak buruk terhadap kepercayaan publik. Hasil atau manfaat pengelolaan dana menjadi sulit diukur, terutama pada peningkatan kesejahteraan terhadap Orang Asli Papua (OAP).

“Pemisahan dana otsus dari struktur APBD perlu dilakukan agar publik mudah memantau. Hal ini juga mempermudah evaluasi,” jelas Harry.

Kucuran dana otsus berakhir pada 2021. Menurut Harry, kelanjutannya bergantung kepada masyarakat dan pemerintah daerah.

Loading...
;

“Jika menginginkannya (dana otsus) berlanjut, harus diperjuangkan. Namun, pemerintah daerah perlu membentuk tim kerja untuk mengevaluasi pelaksanaan dan pemanfaatan dana otsus,” kata mantan anggota DPR Indonesia, tersebut.

Hasil audit BPK dapat menjadi salah satu pedoman dalam evaluasi  pengelolaan dana otsus di Papua Barat. BPK juga berwenang dalam memberi pendapat atau penilaian kepada pemerintah pusat.

“Apakah (dana otsus) perlu dilanjutkan, dihentikan atau diberlakukan dengan model yang lain. Kami punya kewenangan memberi pendapat kepada pemerintah pusat,” ujar Harry.

Dengan melihat indikator kemakmuran yang masih rendah, menurut dia Dana Otsus Papua maupun Papua Barat perlu dilanjutkan. “Sinyal juga masih cukup kuat, pemerintah pusat sepertinya masih (ingin) melanjutkan dana otsus di Tanah Papua.” (*)

 

Editor: Aries Munandar

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa