Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Lahan kritis di Sulteng mencapai 264 ribu hektare

Ilustrasi kekeringan, pixabay.com
Lahan kritis di Sulteng mencapai 264 ribu hektare 1 i Papua
Ilustrasi kekeringan, pixabay.com

Kawasan lahan itu terancam bencana hidrometerologi pada masa mendatang.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Palu, Jubi – Lahan kritis di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mencapai 264.874 hektare,  dan sangat berpengaruh terhadap daya dukung daerah aliran sungai (DAS). Selain itu kawasan lahan itu terancam bencana hidrometerologi pada masa mendatang.

Lahan kritis di Sulteng mencapai 264 ribu hektare 2 i Papua

“Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungn Hidup dan Kehutanan Nomor sk.306/menlhk/pdashl/das.0/7/2018 tercatat seluas 264.874 hektare lahan baik di dalam maupun di luar kawasan hutan di Sulteng kritis,” kata Kepala Dinas Kehutanan Sulawesi Tengah (Sulteng), Nahardi, saat peringatan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) tingkat Sulteng, Sabtu, (30/11/2019).

Baca juga : Kemampuan Rehabilitas Lahan Kritis Di Papua Terbatas

Pemkab Paniai Akan Tanam Bambu Kuning di Lahan Kritis

KLH: Ada 24 Juta Hektare Lahan Kritis di Indonesia

Loading...
;

Nahardi  menyatakan luasan lahan iu menjadi alasan pemprov Sulteng bertindak bersama-sama dan secara berkelanjutan mengurangi luasan lahan kritis dengan aksi konkret. “Di antaranya melakukan penanaman pohon,” kata Nahardi menambahkan.

Menurut dia, sepanjang tahun 2019 Pemprov Sulteng sudah merehabilitasi 2.808 hektare lahan hutan yang tersebar di sejumlah daerah melalui sekma hutan rakyat, reboisasi, agroforestry. “Langkah itu sebagai  pemulihan lahan rawan bencana di luar maupun di dalam kawasan hutan,” katanya.

Wakil Gubernur Sulteng, Rusli Dg Palabbi, menyatakan telah menalkukan gerakan menanam kembali yang bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh pihak untuk menyelamatkan sumberdaya air, produktivitas lahan, perubahan iklim dan pencegahan bencana hidrometeorologi.

“GNPDAS merupakan pengembangan atas agenda tahunan penanaman pohon pada kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dengan perspektif yang lebih luas yaitu pemulihan lahan kritis di hulu DAS,” kata Rusli.

Langkah itu dinilai selaras dengan arahan Presiden yang menyebut penanganan lahan kritis harus dilakukan secara komprehensif. “Dengan prinsip keterpaduan pekerjaan penanaman, sipil teknis dan teknik pembibitan serta mengaktifkan semua unsur/elemen dengan melibatkan masyarakat,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top