HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Lampaui China, kasus corona di AS terbanyak di dunia

Ilustrasi persebaran virus corona di China. -Tempo.co
Lampaui China, kasus corona di AS terbanyak di dunia 1 i Papua
Ilustrasi sebaran virus corona di China. -Tempo.co

Lonjakan di kawasan New York, New Orleans dan sejumlah zona merah lainnya ketika pasien rawat inap dan kekurangan pasokan, staf, dan tempat tidur.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

New York, Jubi – Jumlah infeksi virus corona Amerkia Serikat naik di atas 82 ribu pada Kamis, (26/3/2020) kemarin, melampaui penghitungan nasional China dan Italia. Lonjakan di kawasan New York, New Orleans dan sejumlah zona merah lainnya ketika pasien rawat inap dan kekurangan pasokan, staf, dan tempat tidur.

Lampaui China, kasus corona di AS terbanyak di dunia 2 i Papua

Dengan fasilitas medis yang hampir habis, terutama untuk ventilator dan masker pelindung, dan terhambat oleh kapasitas pengujian diagnostik yang terbatas, angka kematian AS akibat  Covid-19, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus, naik melebihi 1.200 kasus.

“Setiap skenario yang realistis akan membanjiri kapasitas sistem perawatan kesehatan,” kata Gubernur New York, Andrew Cuomo, pada konferensi pers.

Baca juga : Terus melonjak, kematian Corona di Prancis mencapai 1.696

Selain tetapkan situasi darurat, ini langkah Jepang hadapi corona

Loading...
;

Ini cara pemerintah Honduras hadapi corona

Dia menggambarkan kekurangan yang diproyeksikan negara bagian itu terkait kebutuhan ventilator – mesin yang membantu orang yang tidak dapat bernapas sendiri – sebagai luar biasa.

“Bukannya itu tersimpan di gudang, namun tidak ada persediaan yang tersedia,” kata Cuomo menambahan.

Setidaknya satu rumah sakit Kota New York, Pusat Medis Universitas New York-Presbyterian  Columbia di Manhattan, telah memulai uji coba berbagi ventilator tunggal antara dua pasien.

Sementara New York adalah pusat virus corona di Amerika Serikat minggu ini, gelombang besar infeksi berikutnya muncul menuju Louisiana, di mana permintaan akan ventilator telah berlipat ganda.

Di New Orleans, kota terbesar di negara bagian itu, perayaan Mardi Gras akhir bulan lalu diyakini telah memicu wabah itu. Gubernur Louisiana John Bel Edwards mengatakan New Orleans akan kekurangan ventilator pada 2 April dan berpotensi kekurangan tempat tidur pada 7 April.

“Ini bukan dugaan, ini bukan teori yang lemah,” kata Edwards dalam konferensi pers.

Sekitar 80 persen  dari pasien perawatan intensif Louisiana sekarang menggunakan mesin pernapasan, naik dari tingkat normal 30-40 persen.

Kelangkaan masker pelindung, sarung tangan, baju pelindung dan kacamata untuk dokter dan perawat – banyak laporan petugas kesehatan mendaur ulang masker wajah lama, membuat sendiri atau bahkan menggunakan kantong sampah untuk melindungi diri mereka – telah muncul sebagai masalah nasional.

“Perawat kami di seluruh negeri tidak memiliki peralatan pelindung pribadi yang diperlukan untuk merawat pasien COVID, atau pasien mereka,” kata Bonnie Castillo, kepala serikat perawat AS terbesar, National Nurses United, kepada MSNBC.

Menurut penghitungan Reuters setidaknya 1.204 orang Amerika telah meninggal karena Covid-19, yang telah terbukti sangat berbahaya bagi orang tua dan orang-orang dengan kondisi kesehatan kronis yang mendasarinya. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.