Lampung siapkan Pergub angkutan barang khusus

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Bandarlampung, Jubi – Provinsi Lampung sedang mempelajari membuat Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur tonase kendaraan angkutan barang khusus. Kebijakan yang akan ditetapkan itu untuk mengatur angkutan yang melintas di provinsi tersebut.

"Saya akan melihat dan mempelajari untuk membuat aturan pembatasan tonase kendaraan angkutan khusus yang melintas di Provinsi Lampung. Pergub ini diharapkan dapat meminimalisir kerusakan jalan dan jembatan di wilayah Lampung," kata Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, Selasa, (27/11/2018).

Ridho menyatakan dalam Pergub itu akan memberikan sanksi kendaraan barang yang melebihi tonase. 

"Dengan adanya peraturan itu maka akan membuat kondisi jalan nasional dan jembatan di Provinsi Lampung tidak cepat rusak dan usia jembatan dapat lebih panjang," ujar Ridho menambahkan.

Kebijakan itu sengaja akan dibuat karena banyak keluhan dari masyarakat terkait kerusakan jalan nasional di Provinsi Lampung, salah satunya akibat angkutan batu bara yang muatannya melebihi kapasitas jalan sehingga membuat jalan cepat rusak, dan menganggu kenyamanan pengguna jalan.

Ia berharap Pergub tersebut bisa secepatnya direalisasikan, apa lagi saat ini sedang dikaji sebelum Pergub tersebut dibuat. “Termasuk kesesuaian dengan peratutan lainnya,” kata Ridho menjelaskan.

Loading...
;

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Qodratul Ikhwan, mengakui Provinsi Lampung belum bisa melarang atau mengatur angkutan barang khusus batu bara, seperti Sumatera Selatan.

“Hal itu berbeda dengan Sumatera Selatan yang mempunyai kendali dari tambangnya, dan hanya boleh melintas di jalan raya pada jam-jam tertentu, sehingga pengguna jalan tidak terlalu terganggu,” kata Ikhwan.

Menurut dia, Dinas Perhubungan sedang menyusun Pergub tentang pengaturan pengendalian angkutan barang khusus.

"Dengan adanya Pergub ini nantinya para pelaku usaha dan pengemudi wajib mematuhi, karena tujuannya untuk mencegah atau meminimalisir kerusakan jalan," katanya.

Ia menjelaskan kendaraan dengan tonase berlebih juga dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya, karena seringkali terjadi rem blong karena angkutan yang melebihi tonase.

Dengan adanya Pergub pembatasan tonase itu, diharapkan kecelakaan di jalan raya juga bisa dikurangi.

"Semua angkutan boleh melintas, tetapi untuk angkutan barang khusus yang akan kita atur melalui Pergub tersebut," katanya. (*)

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top