Follow our news chanel

Previous
Next

Lantai dua Pasar Tanjung Ria akan diubah jadi tempat kuliner

Pasar Tanjung Ria di Distrik Jayapura Utara. - Jubi/Ramah
Lantai dua Pasar Tanjung Ria akan diubah jadi tempat kuliner 1 i Papua
Pasar Tanjung Ria di Distrik Jayapura Utara. – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura terus mendorong pasar tradisional sebagai salah satu pusat perekonomian yang maju, seiring dengan kemajuan sektor-sektor lainnya yang modern.

Salah satu upaya Pemkot Jayapura agar eksistensi pasar tradisional jadi salah satu strategi bisnis, yaitu dengan menjadikan lantai dua Pasar Tanjung Ria di Dok 9, Distrik Jayapura Utara, sebagai salah satu bisnis kuliner.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura, Robert L.N. Awi, lantai dua yang dijadikan sebagai penjualan bahan hasil bumi (sagu, keladi, pinang, singkong, kelapa, sayur) dan ikan tidak ramai pembeli.

“Saat ini sudah ada 30 orang yang mendaftar. Padahal target kami hanya 20 orang. Masyarakat sangat antusias untuk jualan kuliner di lantai dua,” ujar Awi di Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (20/11/19).

Dikatakan Awi, pasar tradisional adalah sesuatu yang menarik karena pasar dijadikan sebagai pusat ekonomi kerakyatan, sekaligus tempat untuk bertemu dengan rekan-rekan sejawat sehingga mengubah lantai dua pasar menjadi pusat kuliner dinilai sangat tepat.

Guna merealisasikan lantai dua Pasar Tanjung Ria sebagai pusat kuliner, dikatakan Awi, anggarannya belum ditetapkan sehingga belum bisa dilaksanakan tahun ini, sebab anggarannya baru diusulkan ke Kementerian Perdagangan Indonesia melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Loading...
;

“Dana ini untuk 2021. Kami berharap Pasar Tanjung Ria ramai dikunjungi warga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tempat makan yang berkualitas dan murah,” jelas Awi.

Salah satu pedagang pakaian di Pasar Tanjung Ria, Rahmat, mengatakan mendukung wacana Pemkot Jayapura, namun kondisi pasar sangat sepi dari pembeli baik di lantai satu maupun lantai dua.

“Pembelinya hanya sekitar warga Dok 9, Deplat. Kalau warga Dok 5 paling lairinya ke kota. Saya setuju kalau dijadikan sebagai pasar kuliner tapi pembuangannya ini yang susah. Kuliner butuh pembuangan air. Kayaknya ndak bisa,” jelas Rahmat.

Pedagang lainnya, Dorce, berharap Pasar Tanjung Ria ramai dikunjungi warga sehingga jualannya laku terjual agar ia tidak perlu berjualan lagi ke kota.

“Saya jualan pinang dari pagi sampai siang di pasar ini (Pasar Tanjung Ria) kalau malam saya jualan ke kota. Di pasar ini sepi pembeli, kadang satu hari laku Rp 50 ribu, kadang lebih bahkan kadang juga kurang,” jelas Dorce. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top