Follow our news chanel

Previous
Next

Laporan bencana feri di Kiribati akhirnya dicetak pemerintah

Beberapa orang yang selamat dari MV Butiraoi. - RNZI/Facebook /@RadioKiribati
Laporan bencana feri di Kiribati akhirnya dicetak pemerintah 1 i Papua
Beberapa orang yang selamat dari MV Butiraoi. – RNZI/Facebook /@RadioKiribati

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Tarawa, Jubi – Sebuah laporan yang disusun untuk menyelidiki penyebab kecelakaan feri nahas di Kiribati tahun lalu yang menewaskan sebanyak 81 orang, oleh Komisi Penyelidikan, telah dirilis oleh pemerintah negara itu setelah menerima tekanan oleh publik selama beberapa bulan.

Tapi laporan ini hanya diterbitkan dalam bentuk buku, untuk dilihat di kantor presiden atau perpustakaan nasional di ibu kota negara itu, Tarawa.

Kapal feri MV Butiraoi meninggalkan Pulau Nonouti menuju ke Tarawa pada 18 Januari 2018, mengangkut 88 penumpang – banyak dari mereka anak-anak sekolah yang pergi ke ibu kota untuk bersekolah. Perjalanan itu seharusnya memakan waktu dua hari, namun setelah enam hari berlalu, kapal itu dilaporkan hilang. Lebih dari seminggu setelah meninggalkan Nonouti, tujuh penumpang yang selamat ditemukan oleh pesawat Orion Angkatan Udara Selandia Baru, terombang-ambing di bawah terik matahari Pasifik tengah. Mereka bertahan hidup tanpa makanan atau air. Tidak ada korban lain yang ditemukan setelah pencarian.

Feri kayu sepanjang 17 meter itu dibuat hanya untuk mengangkut 69 orang, dan disinyalir bahwa jumlah kargo muatan juga melebihi kapasitas. Beberapa hari sebelum meninggalkan Nonouti, Butiraoi diperbaiki setelah baling-balingnya rusak akibat tersangkut di terumbu karang. Kapal tersebut dikatakan tidak memiliki penanda darurat apa pun ketika ia rusak dan tenggelam tidak jauh dari Nonouti. Kapal itu juga hanya dilengkapi dengan peralatan keselamatan terbatas, hanya ada satu sekoci darurat dan dua perahu karet, dan dinilai oleh orang-orang dari pulau itu sebagai tidak layak berlayar.

Pada saat itu Presiden Taneti Maamau menggambarkan tenggelamnya MV Butiraoi sebagai tragedi nasional, dan beberapa penyelidikan diluncurkan untuk mengetahui penyebab bencana itu, termasuk oleh badan maritim Kiribati, dengan bantuan tim penyelidik dari Selandia Baru, dan polisi. Maamau lalu meluncurkan Komisi Penyelidikan nasional.

Tetapi respons keluarga korban terhadap pemerintah masih sangat kritis, beberapa sedang mempertimbangkan untuk mengajukan tuntutan hukum terhadap pemerintah. Pada November, pemerintah menyatakan laporan itu tidak akan dipublikasikan karena masih ada penyidikan dari kepolisian, yang memancing amarah perwakilan keluarga dan anggota parlemen oposisi.

Loading...
;

Namun dalam pernyataan yang berisikan tiga baris pada Rabu (2/10/2019), pemerintah mengatakan laporan itu kini telah dicetak, menekankan ini sebagai upaya untuk memajukan transparansi. Tetapi pernyataan pemerintah itu tidak memberikan informasi lebih detail mengenai isi laporan itu, pun kesimpulannya tentang bagaimana menghindari bencana seperti itu untuk terjadi lagi di negara yang sangat bergantung pada transportasi laut itu. Juga tidak ada informasi tentang sejauh mana penyelidikan polisi, dan apakah akan ada gugatan yang diajukan.

Laporan itu dan kesimpulannya hanya dirilis satu cetak untuk dilihat di kantor presiden atau perpustakaan nasional, dan, menurut sumber RNZ Pacific, orang-orang yang melihatnya dilarang untuk menyalin laporan itu. (RNZI)


Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top