Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Laporan kecelakaan feri di Kiribati gambarkan detik-detik terakhir

Kapal feri MV Butiraoi. - ABC News/ Commission of Inquiry
Laporan kecelakaan feri di Kiribati gambarkan detik-detik terakhir 1 i Papua
Kapal feri MV Butiraoi. – ABC News/ Commission of Inquiry

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Tarawa, Jubi – Penyelidikan nasional yang dilakukan oleh komisi penyelidikan di Kiribati menemukan bahwa feri kayu sepanjang 18 meter, MV Butiraoi, itu tidak layak berlayar, terlalu berat muatannya, dan seharusnya tidak mengangkut penumpang, ketika itu meninggalkan Pulau Nonouti dalam perjalanannya 240 kilometer ke ibu kota Tarawa, pada Januari 2018.

Setelah menerima tekanan agar menyelidiki bencana feri yang menyebabkan kematian 84 penumpang dan 11 awak, Pemerintah Kiribati membentuk Komisi Penyelidikan untuk menentukan kesalahan apa yang menyebabkannya.

Laporan kecelakaan feri di Kiribati gambarkan detik-detik terakhir 2 i Papua

Setelah lama menanti, laporan itu diluncurkan Kamis lalu, tetapi penduduk setempat hanya dapat membaca laporan lengkapnya di bawah kondisi pengawasan yang sangat ketat. Masyarakat lokal mengungkapkan bahwa mereka harus membaca versi cetak di bawah pengawasan ketat, dalam jangka waktu yang dialokasikan, di Perpustakaan Nasional atau kantor presiden, tetapi tidak diperbolehkan untuk memfoto, memfotokopi, atau menulis catatan apa-apa.

Sementara versi daring hanya menunjukkan halaman judul dan daftar isi laporan itu yang diterbitkan di situs web pemerintah, dan dari halaman yang diterbitkan, tidak ada rincian tentang temuan apa pun atau hal apa yang mungkin menyebabkan bencana itu.

Laporan lengkap itu baru saja dipublikasikan di situs web pemerintah Senin kemarin (7/10/2019). Penyelidikan itu menemukan MV Butiraoi kandas dua kali di Pulau Nonouti tepat sebelum menuju ke Tarawa pada 18 Januari, namun kerusakannya tidak dapat ditentukan dengan pasti. Dan itu bukan pertama kalinya Butiraoi kandas.

Penyelidikan itu juga menemukan bahwa konsumsi alkohol oleh kapten dan kru feri saat jam kerja menyebabkan ‘semua kru mabuk dan merasa hebat untuk mengambil keputusan sendiri’.

Loading...
;

Beban yang berlebihan di atas feri itu – yang dipenuhi oleh penumpang dan barang muatan – semakin menekan struktur feri yang sudah mulai lapuk.

Selain itu, laporan itu juga melaporkan bahwa “cuaca buruk dan gelombang lautan yang dilalui oleh MV Butiraoi juga berkontribusi besar pada tenggelamnya kapal itu”.

Laporan itu juga menggambarkan detik-detik terakhir sebelum feri itu mulai tenggelam hanya sekitar 30 menit setelah bertolak ke laut lepas. Laporan itu menemukan bahwa sebagian besar korban meninggal karena kelaparan, dehidrasi, dan hipotermia, sementara seorang perempuan meninggal saat melahirkan.

Komisi Penyelidikan itu merekomendasikan agar UU tentang Kelautan 2017 yang berlaku saat ini agar diperkuat, namun menambahkan bahwa peraturan di bawah UU tersebut belum dirancang atau diimplementasikan.

Anggota parlemen oposisi, MP England Iuta, berkata kepada ABC News bahwa akan diperlukan beberapa waktu sebelum isi laporan itu dapat sampai ke telinga masyarakat, karena banyak penduduk setempat tidak berbicara bahasa Inggris. Dia mengungkapkan banyak orang yang menyalahkan pemerintah dan otoritas maritim Kiribati atas tragedi itu karena tidak mencegah feri itu dari mengakut penumpang. (ABC News)


Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top