Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Laporkan PDP, Pemkab Paniai diminta pantau ketat perkembangan Covid-19

Infografis perkembangan pandemi Covid-19 di Papua hingga 5 Mei 2020. – Satgas Covid-19 Papua
Laporkan PDP, Pemkab Paniai diminta pantau ketat perkembangan Covid-19 1 i Papua
Infografis perkembangan pandemi Covid-19 di Papua hingga 5 Mei 2020. – Satgas Covid-19 Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Papua, dr Silwanus Sumule Sp OG meminta Pemerintah Kabupaten Paniai secara khusus memperhatikan perkembangan pandemi Covid-19 di wilayahnya. Permintaan itu disampaikan setelah kabupaten yang terletak di pegunungan tengah Papua itu melaporkan keberadaan empat orang Pasien dalam Pengawasan dan 15 Orang dalam Pemantauan di Paniai.

“Harapan besar kami, Pemerintah Kabupaten Paniai dapat memastikan dengan baik para pasien, agar mendapatkan penanganan dan [segera dapat] menegakkan diagnosis [apakah mereka memang terinfeksi virus korona atau tidak. Jika mereka terinfeksi korona, harus] dilakukan trace kepada orang yang pernah melakukan kontak [atau bertemu] mereka,” kata Sumule di Jayapura, Selasa.

Sumule menjelaskan trace atau pelacakan riwayat kontak itu harus dilakukan untuk sesegera mungkin memutus rantai penularan virus korona. Jika orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif korona terlacak, pemerintah daerah bisa memeriksa apakah terjadi penularan atau tidak.

Hal ini menjadi penekanan Satgas Covid 19 Provinsi Papua, mengingat penambahan Pasien dalam Pengawasan (PDP) baru terjadi ditemukan di Papua. Pada Selasa, telah ditemukan 23 PDP baru yang tersebar di beberapa tempat, seperti Kota Jayapura (10 kasus), Kabupaten Mimika (9 kasus), dan Kabupaten Paniai (4 kasus, dengan 1 PDP yang telah dirujuk ke RSUD Nabire).

Kabupaten/kota yang memiliki PDP terbesar di Papua adalah Kabupaten Keerom, dengan total PDP mencapai 184 orang. Kabupaten Mimika dan Kota Jayapura juga memiliki kasus PDP yang banyak, sama-sama mencapai 71 orang.

Pada Selasa, Satgas Covid-19 Papua menyatakan jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) di Papua bertambah 40, sehingga jumlah totalnya berubah menjadi 2.355 orang. Dari 40 ODP baru itu, sejumlah 29 ODP ditemukan di Kabupaten Mimika. ODP baru lainnya tersebar di Kota Jayapura (10 orang), Kabupaten Yahukimo (4 orang), Mappi (1 orang), dan Biak (1 orang).

Loading...
;

Dari total jumlah ODP 2.355 ODP di Papua, sebagian besar tersebar di Kabupaten Mimika (1.106 orang) dan Kota Jayapura (414 orang). Beberapa kabupaten di wilayah Lapago juga memiliki ODP cukup banyak, seperti Kabupaten Puncak Jaya (164 orang), Tolikara (62 orang), Mamberamo tengah (30 orang), Yahukimo (26 orang), Yalimo (22 orang), Nduga (12 orang), dan Jayawijaya (3 orang).

Sumule menegaskan Tim Satgas Covid-19 Pemprov Papua sangat berharap pemerintah kabupaten/kota yang telah menemukan PDP dan ODP mampu melakukan langkah taktis penanganan pandemi Covid-19. Langkah taktis itu termasuk karantina wilayah secara terpusat, maupun karantina mandiri yang diawasi dengan ketat.  “Langkah berikutnya, kami meminta segera lakukan pemeriksaan rapid test atau pengambilan swab untuk dilakukan PCR,” kata Sumule.

Ia meminta seluruh gugus tugas penanganan pandemi Covid-19 pemerintah kabupaten/kota di Papua untuk selalu mengirim data terkini kinerja mereka kepada Satgas Covid-19 Papua. “Komunikasi, koordinasi, tetap dibangun bersama. Dengan demikian, pemutusan mata rantai covid-19 dapat segera terjadi, tentunya dengan pertolongan Tuhan,” kata Sumule.

Pada Selasa, terkonfirmasi tujuh kasus baru positif korona di Papua, sehingga jumlah total kasus positif korona bertambah menjadi 247 kasus. Penambahan tujuh kasus baru positif korona itu ditemukan di Kabupaten Mimika (4 orang), Boven Digoel (1 orang), dan Kota Jayapura (2 orang).

“Untuk Kabupaten Mimika, 3 pasien mendapat perawatan di RSUD Mimika dan 1 pasien dirawat di rumah sakit PT Freeport. Sedangkan 2 kasus baru yang sedang dirawat di Kota Jayapura, ke depan akan kami klasifikasi kembali, apakah [pasien] berasal dari Kota Jayapura atau kabupaten lain,” kata Sumule.

Di Jakarta, juru bicara pemerintah untuk urusan Covid-19, Achmad Yurianto menyatakan jumlah kasus baru positif korona yang terkonfirmasi pada Selasa hingga pukul 12.00 WIB mencapai 484 kasus. Dengan tambahan itu, jumlah kasus positif korona di Indonesia telah mencapai 12.071 kasus yang tersebar di 335 kabupaten/kota yang ada di 34 provinsi.

“Kasus konfirmasi positif bertambah 484 orang, sehingga totalnya menjadi 12.071 orang. Kasus konfirmasi positif yang sembuh bertambah 243 orang, sehingga total menjadi 2.197 orang. Kemudian, konfirmasi positif yang meninggal bertambah delapan orang, sehingga menjadi 872 orang,” kata Yurianto dalam keterangan persnya.

Yurianto menyatakan jumlah ODP dari semua provinsi di Indonesia sebanyak 239.226, dan sebagian besar sudah dinyatakan tidak terinfeksi virus korona. “Hampir 200 ribu lebih sudah selesai dipantau dan dinyatakan sehat. PDP sebanyak 26.408 orang, tersebar dari seluruh Indonesia,” kata Yurianto.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top