Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Lara dan jasa penyapu jalanan

Maria Tomba, petugas kebersihan Kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Lara dan jasa penyapu jalanan 1 i Papua
Maria Tomba, petugas kebersihan Kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

LALU LALANG kendaraan bermotor tidak dihiraukan Maria Tomba. Dia tetap tekun bekerja di sepanjang pinggiran jalan raya. Kedua tangannya seperti mengayuh, tetapi dengan setangkai penyapu.

Pagi menjelang siang, Maria masih bergelut di area kerjanya, di depan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Merauke hingga Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jalan Brawijaya. Konsentrasinya saat menyapu dan memunguti sampah tidak pernah buyar oleh bising deru kendaraan bermotor. Dia terus membersihkan jalan dari pepasiran, dedaun kering, botol plastik, dan jenis sampah lainnya.

Lara dan jasa penyapu jalanan 2 i Papua

Maria adalah salah satu petugas kebersihan yang dikoordinir Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Merauke. Dia telah sekitar lima tahun menekuni pekerjaan tersebut.

“Dahulu kami berada di bawah (koordinasi) Dinas Pekerjaan Umum, tetapi sekarang berpindah ke DLH Kabupaten Merauke,” katanya kepada Jubi, Selasa (5/3/2018).

Rutinitas pekerjaan Maria dimulai pukul 05.00 Waktu Papua, setiap hari. Dia beranjak dari rumah dengan berjalan kaki sekitar 30 menit. Aktivitasnya biasa baru berakhir sekitar pukul 11.00 Waktu Papua.

“Kami memang banyak orang (ramai), tetapi dibagi-bagi (disebar ke sejumlah lokasi). Saya (membersihkan jalan) di depan SMK hingga BRI di seputaran Jalan Brawijaya,” jelas Maria.

Loading...
;

Sapu, karung, dan gerobak menjadi alat dan sarana kerja Maria. Sapu dan karung diperoleh dari DLH, sedangkan gerobak dibelinya sendiri seharga Rp 450 ribu. Dia berinisiatif membeli gerobak agar sampah mudah dikumpul dan diangkut ke tempat pembuangan.

Maria mengantongi Rp 2 juta sebagai honor petugas kebersihan kota saban bulan. Walaupun telah dinaikkan sebesar Rp 500 ribu, honornya masih belum cukup membiayai kebutuhan hidup keluarga.

Maria mengaku sering berhutang karena honornya habis tidak sampai sebulan.

“Saya mau-tidak mau meminjam (uang) dari orang lain, dan digantinya setelah gajian. Istilahnya gali lubang tutup lubang.”

Cegah kecelakaan

Ada kala Maria tidak bisa menikmati penuh honornya. Itu terjadi ketika dia sakit atau ada kebutuhan mendesak. Honornya pun dipotong karena tidak bekerja.

“Setiap hari ada mandor datang, dan menyodorkan presensi untuk diparaf.”

Dia sangat berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke menaikkan honornya hingga menjadi Rp 3 juta sebulan agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Dia juga berharap masyarakat tidak membuang sampah plastik maupun sisa makanan di pinggir jalan.

“Kita harus bergandengan tangan dalam menjaga kebersihan di berbagai lokasi, termasuk di jalanan.”

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Hendrikus Hengky Ndiken, meminta pemerintah setempat memperhatikan kesejahteraan para petugas kebersihan kota.

“Pemerintah semestinya menaikkan honor agar mereka bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Selain honor, seharusnya ada insentif juga buat mereka.”

Ndiken mengaku acap kali memerhatikan kerja para petugas kebersihan seperti Maria. Selain bersih, jalanan juga menjadi lebih aman dan nyaman untuk dilalui kendaraan. Dia pun sangat menghargai dan menaruh hormat kepada para petugas kebersihan kota karena sangat berjasa bagi banyak orang.

“Petugas kebersihan memunguti sampah, juga menyapu pasir yang berceceran agar tidak terjadi kecelakaan di jalan. Semua orang harus menghargai pekerjaan mereka,” kata Ndiken. (*)

Editor: Aries Munandar

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top