Larang wisatawan dari luar daerah, Pemda ini siap hadang bus wisata

papua
Foto ilustrasi kampanye pembatasan sosial. - pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Pemerintah Daerah Kudus, Jawa Tengah akan menindak tegas terhadap rombongan bus wisatawan yang memasuki wilayah itu terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Aparat Pemda tersebut tak segan menghadang bus pariwisata yang hendak masuk wilayah setempat.

“Kami instruksikan Dinas Perhubungan untuk bertindak tegas. Jika masih ada bus wisatawan dari luar daerah yang hendak menuju objek wisata di Kudus langsung diminta putar balik,” kata Pelaksana tugas Bupati Kudus, Hartopo, Senin, (25/1/2021) kemarin.

Tercatat penerapan PPKM membuat sejumlah tempat parkir wisatawan diputuskan ditutup hingga 8 Februari 2021 mendatang. “Sebelumnya rombongan wisatawan masih datang ke kawasan wisata religi di Colo,” kata Hartopo menambahkan.

Baca juga : Kerugian sektor pariwisata selama pandemi Covid-19 lebih dari Rp10 triliun

Penularan Covid-19 mendekati satu juta, meroket tinggi

Resepsi di lokasi wisata, upaya warga Yogyakarta selamatkan pariwisata

Loading...
;

Menurut dia, sebelumnya petugas hanya ditempatkan di perempatan Karangmalang, tapi sekarang mereka akan ditempatkan di pertigaan Dawe untuk menghalau setiap bus luar kota yang mengangkut penumpang hendak ke kawasan Wisata Colo.

Hartopo mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan masih menemukan bus mengangkut wisatawan yang masih ke kawasan Colo yang terdapat sejumlah objek wisata, termasuk wisata religi.

“Parkir bus wisatawan tersebut juga liar karena tempat parkir khusus wisatawan ditutup sejak penerapan PPKM 11 Januari 2021,” kata Hartopo menjelaskan.

Akhirnya ia mengundang pengurus Yayasan Makam Sunan Muria bersama perwakilan jasa ojek dan pedagang kaki lima (PKL) untuk diminta komitmennya untuk menekan angka kasus Covid-19. Mereka diminta menata dan memastikan bahwa yang berziarah merupakan warga lokal Kudus.

Ia mengaskan warga lokal masih diperbolehkan, sedangkan warga luar Kudus dilarang demi menghindari kemungkinan terjadinya penularan virus corona.

“Sebelumnya kami juga meminta wisatawan dari luar daerah yang hendak berwisata ke Kudus untuk mendaftar terlebih dahulu,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top