HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

LBH Kyadawun khawatir praperadilan terhadap Polsek Biak Timur juga digugurkan

Foto ilustrasi, suasana sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Biak. – Jubi.Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Aktivis Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Kyadawun Gereja Kristen Injili  Klasis Biak Selatan, Imanuel Rumayom khawatir gugatan terdakwa pencurian, Frits Felix Warnares (21) terhadap Kepolisian Sektor Biak Timur, Biak Numfor, akan digugur hakim. Proses praperadilan mandek karena polisi mangkir dari sidang praperadilan pekan lalu, hingga persidangan perkara Frits Felix Warnares dimulai.

Imanuel Rumayom menyatakan sidang gugatan praperadilan Frits Felix Warnares terhadap Kepolisian Sektor (Polsek) Biak Timur seharusnya berlangsung pada Kamis (21/11/2019) pekan lalu. Sidang itu akhirnya ditunda hingga Kamis (28/11/2019) besok, karena pihak Polsek Biak Timur mangkir.

Akan tetapi, pada Selasa (26/11/2019) Frits Felix Warnares telah menjalani pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Biak. Rumayom menduga gugatan praperadilan Warnares itu akan digugurkan dalam sidang lanjutan pada Kamis besok, lantaran perkara pencurian yang menjerat Warnares telah bergulir di pengadilan.

“Sidang perdana perkara Frits Felix Warnares digelar, Selasa (26/11/2019). Itu artinya sidang praperadilan yang dijadwalkan Kamis (28/11/2019), melawan pihak kepolisian bisa digugurkan hakim,” kata Imanuel Rumayom melalui panggilan telepon pada Rabu (27/11/2019).

Kekhawatiran Rumayom itu dilatarbelakangi keputusan hakim Pengadilan Negeri Biak menggugurkan gugatan praperadilan yang diajukan terdakwa penganiayaan, Septinus Rumbiak (53). Pada Senin (25/11/2019), hakim tunggal Roni Widodo menggugurkan gugatan praperadilan Rumbiak, karena perkara pidana Rumbiak sudah didaftarkan di pengadilan dan siap disidangkan.

“Kemungkinan besar seperti itu [gugatan Warnares juga akan digugurkan]. Padahal yang kami inginkan penyidik kepolisian berani menghadapi kami berargumen di Pengadilan. Memberikan kepastian apakah mereka benar-benar tidak prosedural ataukah kami yang keliru melakukan koreksi,” ujarnya.

Loading...
;

Pihak keluarga dan terdakwa Frits Felix Warnares mengajukan gugatan praperadilan karena menilai penangkapan Warnares tidak prosedural. Polisi menangkap dan menahan terdawak tanpa menunjukkan surat penangkapan. “Padahal Felix Warnares tidak tertangkap tangan melakukan pencurian. Mestinya ada surat penggilan pemeriksaan terlebih dahulu,” ucapnya.

Selain itu lanjutnya, polisi baru mengirimkan tembusan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada keluarga, delapan hari setelah  terdakwa ditangkap dan ditahan. “Sesuai aturan mestinya tembusan SPDP itu dikirim paling lambat tujuh hari setelahnya,” katanya.

Salah satu warga Biak Numfor, Edu Rumbiak mengatakan mastinya polisi menghadapi praperadilan yang diajukan masyarakat. Tidak terkesan menghidari sidang praperadilan. “Kalau memang polisi melaksanakan tugas sesuai prosedur, mestinya berani berhadapan di Pengadilan. Sampaikan argumentasinya agar masyarakat bisa mendengarnya,” kata Edu Rumbiak. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top