Follow our news chanel

Previous
Next

LBH Medan sebut ratusan demonstran ditahan Polisi tak dapat akses

ilustrasi tahanan papua
Ilustrasi tahanan - IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Medan, Jubi – Sebanyak 243 orang demonstran penolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang ditahan di Polda Sumatra Utara, Medan, tak mendapat akses hukum. Para pendemo yang ditangkap akan didampingi LBH Medan, KontraS, dan Bakumsu.

“Namun mereka tidak diberi akses untuk menemui para pendemo yang diamankan di Polda Sumut,” kata Wakil Direktur LBH Medan Irvan Saputra, Jumat (9/10/2020).

Baca juga : Sejumlah fasilitas publik di Jakarta ini terbakar saat demonstrasi Omnibus Law 

Larangan demonstrasi protes Omnibus Law tak tepat, Pakar : Itu hak konstitusi

Protes Omnibus Law di Banten ricuh, dua anggota polisi terluka

Menurut Irvan, tim advokat pada Kamis tak bisa masuk, sehingga Jum’at pagi diagendakan kembali menemui demonstran yang ditahan itu.

Loading...
;

Tim advokat mendesak agar polisi membebaskan para pendemo. “Sampai jam 01.00 dini hari kami tak bisa tembus menemui pendemo yang ditangkap. Alasan mereka pendataan. Kita minta mereka dikeluarkan,” kata Irvan menegaskan.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumut, Amin Multazam minta DPR RI bertanggung jawab atas kerusuhan yang terjadi.

“Terlalu mahal ongkos yang dibayar rakyat imbas ketukan palu dari mereka yang katanya wakil rakyat itu,” kata Amin.

Menurut Amin, protes pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja hak demokrasi. Para demonstran mengelar protes karena masa depan berbagai sektor yang terancam.

“Begitupun masyarakat sipil lain yang tidak ikut dalam aksi, juga harus merasakan dampak dari situasi hari-hari belakangan ini,” kata Amin.

Menurut Amin, dalam situasi seperti ini anggota DPR RI yang berhadapan dengan masyarakat. Bukan malah menghadapkan masyarakat dengan barisan aparat keamanan yang cenderung represif.

“Karena ini merupakan bentuk akumulasi kekesalan rakyat atas kebijakan yang asal ketuk itu. Entah suara siapa yang mereka wakili sekarang. Aneh,” katanya. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top