TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

LBH Papua minta Brimob tinggalkan 3 bangunan sekolah di Yahukimo

Pendidikan di Papua
Foto ilustrasi. - pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Papua meminta pasukan Brimob yang menempati tiga bangunan sekolah di Kabupaten Yahukimo meninggalkan bangunan sekolah itu. Hal itu disampaikan Direktur LBH Pers, Emanuel Gobay SH MH dalam keterangan pers tertulisnya, Jumat (21/1/2022).

Dalam keterangan pers, Gobay menyatakan pasukan Brimob telah menempati tiga bangunan sekolah di Kabupaten Yahukimo sejak 3 Oktober 2021. Menurutnya, ketiga bangunan sekolah yang ditempati pasukan Brimob itu adalah gedung SMA Negeri NINIA, SMA Negeri Anggruk dan SMK Negeri 2 Yahukimo. “Akibat penempatan itu, para siswa tidak bisa bersekolah dan proses belajar mengajar terhenti total,” demikian keterangan pers LBH Papua.

Menurut Gobay, para siswa dari ketiga seklah itu telah berunjukrasa secara damai pada Kamis (20/1/2022), mengeluhkan kondisi mereka yang tidak bisa bersekolah. Ia menilai unjuk rasa para siswa itu perjuangan hak atas pendidikan yang secara langsung mempertanyakan komitmen Negara melalui pemerintah dalam mengimplementasikan ketentuan Pasal 28C ayat (1) UUD 1945 juncto Pasal 13 junto Pasal 48 junto Pasal 60 ayat (1) Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (UU HAM) dalam pemenuhan hak asasi manusia sebagaimana diatur pada Pasal 28I ayat (4) UUD 1945 dan Pasal 8 UU HAM.

Baca juga: Menyoal nasib 407 ribuan anak Papua yang tidak sekolah

Gobay menegaskan Pemerintah Provinsi Papua dalam memiliki mandat untuk memenuhi hak atas pendidikan orang asli Papua sesuai ketentuan Pasal 56 ayat (1) dan ayat (6) huruf b Undang-undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. “Selain itu, melalui aksi demonstrasi damai yang dilakukan oleh Pelajar  SMA Negeri NINIA, SMA Negeri Anggruk dan SMK Negeri 2 Yahukimo secara langsung mempertanyakan komitmen aparat keamanan, khususnya Brimob, sebagai representasi Negara dalam memenuhi hak atas pendidikan yang merupakan hak konstitusional dan hak asasi manusia dari warga negara, khususnya pelajar SMA Negeri NINIA, SMA Negeri Anggruk dan SMK Negeri 2 Yahukimo,” demikian keterangan pers LBH Papua.

LBH Papua juga mempertanyakan komitmen pemerintah pusat, khususnya Wakil Presiden Republik Indonesia selaku ketua Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, dalam menjalankan tugas “bersama-sama dengan pemerintah daerah melaksanakan langkah-langkah terobosan, terpadu, dan inovatif dalam memastikan peningkatan pemerataan akses layanan pendidikan di semua jenjang dan percepatan pelaksanaan Wajib Belajar 12 Tahun.” LBH Papua menegaskan tindakan pasukan Brimob menduduki SMA Negeri NINIA, SMA Negeri Anggruk dan SMK Negeri 2 Yahukimo telah dan akan melanggar hak atas pendidikan warga negara.

Baca juga: 476.534 anak di Tanah Papua tidak dapat bersekolah karena guru minim

“Berdasarkan uraian diatas, LBH Papua menggunakan haknya terkait “setiap orang, kelompok, organisasi politik,organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, atau lembaga kemasyarakatan lainnya, berhak berpartisipasi dalam perlindungan, penegakan,dan pemajuan hak asasi manusia” sebagaimana diatur Pasal 100 UU HAM, [kami] menegaskan Wakil Presiden Republik Indonesia selaku ketua Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat segera perintahkan anggota Brimob kosongkan Gedung SMA Negeri NINIA, SMA Negeri Anggruk dan SMK Negeri 2 Yahukimo,” demikian keterangan pers tertulis LBH Papua.

Kepala Kepolisian RI juga diminta segera memerintah anggota Brimob untuk meninggalkan SMA Negeri NINIA, SMA Negeri Anggruk dan SMK Negeri 2 Yahukimo. “Komnas HAM Republik Indonesia dan Komnas HAM Perwakilan Papua segera pastikan pemenuhan Hak Atas Pendidikan bagi pelajar SMA Negeri NINIA, SMA Negeri Anggruk dan SMK Negeri 2 Yahukimo,” demikian keterangan pers LBH Papua. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us