HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Legislator dan Damri dorong terbentuknya BUMD transportasi

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Legislator Papua, John NR Gobai, para aktivis dan pihak Perum Damri Jayapura sepakat mendorong pemerintah provinsi mencari cara agar ada bus yang khusus mengangkut hasil bumi petani dari wilayah Kabupaten Keerom, Jayapura dan Kota Jayapura untuk dijual ke pasar yang ada di wilayah Kota Jayapura. 

Hal itu dibahas bersama ketiga pihak dalam audiensi publik yang digelar John NR Gobai di salah satu lokasi di tengah Kota Jayapura, Minggu (30/12/2018) petang. 

Legislator dan Damri dorong terbentuknya BUMD transportasi 1 i Papua

"Perlu ada BUMD yang bergerak dalam bidang transportasi. Tinggal pemerintah apakah mau bergerak sendiri atau mengajak mitra lain. Yang berpengalaman adalah Damri," kata Gobai. 

Menurutnya, jika pemprov dan Damri bersedia, hal itu dapat didorong. Pemprov tak perlu mengeluarkan banyak dana, tapi bekerjasama dengan Damri dalam rangka menyiapkan bus. 

Pihaknya mendorong hal itu lantaran ada aspirasi dari masyarakat yang menyatakan butuh transportasi untuk mengangkut hasil buminya. Mengelola transportasi daerah katanya, bukan hal gampang, sehingga ke depan dalam menempatkan kepala Dinas Perhubungan, harus orang yang tepat. Paham perhubungan, bukan menempatkan orang karena kepentingan politik. 

"Kami melakukan hearing publik ini untuk membantu para petani di pingggiran kota. Misalnya di Arso, Skamto, Kabupaten Keerom. Di Depapre dan Genyem, Kabupaten Jayapura," ucapnya.

Ketua Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap), Franky Warer mengatakan, transportasi penting untuk menunjang kegiatan ekonomi orang asli Papua, terutama para pedagang. 

Katanya, selama ini banyak potensi menjanjikan di kampung-kampung. Misalnya masyarakat di Depaprpe, Kabupaten Jayapura, mereka punya potensi alam untuk dijual ke pasar, tapi terkendala angkutan. 

Hal yang sama dikatakan salah satu aktivis dari Kabupaten Keerom, Steven Payokwa. Menurutnya, masyarakat Keerom selama ini sulit menjual hasil bumi mereka berupa sayuran dan buah ke pasar di Kota Jayapura, karena terkendala sarana transportasi.

"Masyarakat punya keinginan besar berkebun. Tapi hasilnya sulit dipasarkan. Mau diangkut dengan kendaraan susah. Jadi banyak hasil kebun dan pertanian masyarakat di Keerom tidak dapat dijual, dibiarkan busuk begitu saja," kata Steven. 

Petani di Keerom menurutnya, sudah harus menunggu kendaraan untuk menjual hasil bumi mereka ke pasar pada pukul 02.00 WP. 

"Memang transportasi itu sangat penting sekali. Makanya dalam diskusi ini, kita bersama bicara bagaimana solusi ke depan," ujarnya. 

Sementara Kepala Deputi Usaha Damri Jayapura, Robi Mansoben membenarkan perlunya sarana transportasi untuk petani dan pedagang. Kini bagaimana pemahaman pemerintah daerah mensinergikan hal itu. 

"Harus ada angkutan pasar sendiri. Saya akan turun lapangan melakukan survei. Setidaknya saya punya dasar keluhan dari publik yang disampaikan ke dewan," kata Mansoben. 

Ia mengatakan, apa yang menjadi pergumulan dalam diskusi itu akan disampaikan kepada pimpinannya. 

"Dengan diskusi ini, kita dapat membicarakan banyak hal, dan mendorong bersama apa yang dapat dilakukan untuk membantu masyarakat," ucapnya. (*)  

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top