Legislator: Ideologi itu tak bisa dibunuh

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Sekretaris Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPR Papua, Natan Pahabol mengatakan, penangkapan, kekerasan dan penjara takkan membunuh ideologi Papua merdeka yang telah mengakar dalam hati orang asli Papua.

Hal tersebut dikatakan legislator Papua itu terkait penangkapan terhadap sejumlah orang di beberapa wilayah di Papua dalam aksi 1 Desember 2018, yang selama ini tanggal tersebut dianggap orang asli Papua sebagai hari kemerdekaan Papua Barat.

"Ideologi itu sudah mengakar dan ideologi itu tak bisa dibunuh dengan penangkapan, dipenjara, dipukul dan sebagainya," kata Natan Pahabol saat menghubungi Jubi, Minggu (2/12//2018).

Menurutnya, setiap tahunnya pada 1 Desember, mayoritas orang asli Papua memperingatinya sebagai hari kemerdekaa Papua Barat. Ada yang berdoa dalam hati, menggelar doa bersama, dan ada yang melakukan aksi di depan publik. Tidak hanya di Papua, mahasiswa Papua di beberapa daerah di Indonesia juga melakukan hal serupa.

Namun katanya, jika ada massa aksi khususnya di Papua yang ditangkap, dipukul dan di penjara, maka Kapolda harus bertangggunbg jawab karena kini bukan zamannya lagi membatasi ruang demokrasi dengan cara-cara seperti itu.

 "Sejak 1961 orang asli Papua telah memperingati 1 Desember sebagai hari kemerdekaan Papua, yang kemudian dianeksasi masuk ke NKRI. Mestinya polisi memberi ruang dan tak cukup mengawal saja jika ada aksi. Ekspresi seperti itu tidak langsung membuat Papua merdeka," ucapnya.

Loading...
;

Kata Natan Pahabol, kalau ada yang ditangkap, dipukul hingga dipenjarakan, justru akan mengundang sorotan dari berbagai pihak dan itu sama saja pembungkam ruang demokrasi.

"Sampai kapan pun ideologi itu tetap ada, karena sudah mengakar dalam hati setiap orang asli Papua," katanya.

Peringatan 1 Desember tidak hanya berlangsung di sejumlah wilayah Papua, mahasiswa Papua yang berada di beberapa kota studi di provinsi lain di antaranya Surabaya, Jawa Timur dan Manado, Sulawesi Utara juga menggelar aksi.

Di Kota Jayapura, Papua peringatan 1 Desember diwarnai penangkapan sejumlah massa aksi oleh Polres Jayapura. Sedikitnya 36 orang ditangkap polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Sehari sebelum aksi, Kapolres Jayapura, Gustav Urbinas dalam keterangan persnya mengingatkan agar tak ada yang melakukan aksi bertentangan dengan NKRI pada 1 Desember 2018, karena pihaknya akan memproses hukum mereka yang melakukan aksi itu, dengan sangkaan pasal makar.

“Dugaannya makar, apakah memenuhi unsur atau tidak, akan ditentukan berdasarkan penyelidikan,” kata Gustav Urbinas. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top