Legislator: KONI Papua jangan tidur

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Kamasan Jacob Komboy, anggota legislator Komisi V DPR Papua membidangi pendidikan, kesehatan, olahraga, sosial, seni dan budaya mengkritik kinerja KONI Papua yang terkesan jalan di tempat alias mati suri.

Menurut pandangan Jack sepulang PON Bandung, KONI Papua terkesan adem-ayem. Tidak pernah bergerak membuat terobosan dalam rangka persiapan pembinaan atlet-atlet Papua menuju PON XX/2020.

"KONI jangan tidur. Harus ada aksi menuju PON 2020," ucap Jack kepada wartawan, Selasa (4/4/2017) di Jayapura.

Mantan pemain Persipura ini menekankan KONI jangan sok super sibuk kalau  sudah mau dekat-dekat Pra-PON maupun PON. Karena sudah dekat baru semua cepat-cepat untuk mau bergerak. Cepat tetapi tidak mau berpikir bagaimana berbicara soal pembinaan.

“Kita berbicara menuju ke PON 2020, marilah kita berbicara mulai dari sekarang,” tegasnya.

Bukan setelah PON terus hilang. Nanti sudah mau dekat Pra-PON dan PON baru mulai sibuk bergerak kesana-kemari.

Loading...
;

“Saya berpikir bahwa kalau mau berbicara sukses prestasi di PON 2020, mari kita berbicara dari hari ini. Bagaimana proses pembinaan. Hal-hal apa yang mau direncanakan dan dirancang harus dibicarakan dan dilaksanakan,” tegasnya.

Penyakit lain yang juga disoroti Jack adalah penggunaan atlet luar Papua. Jika kita  ingin mencegah pemakaian atlet dari daerah luar, kita harus berani memulai dari sekarang.

“Saya berharap KONI jangan tidur tetapi bangun dari mimpinya dan berbuat eksen yang sudah harus jalan. Saya kira yang kemarin di Bandung itu kita lupakan dan mulai menatap menuju PON XX di Papua,” ajaknya.

Ismail Sroyer, mantan peraih medali PON cabang olahraga atletik nomor lempar cakram sependapat dan mendukung aksi nyata KONI Papua membuat terobosan membina atlet.

Pria yang aktif berdinas sebagai prajurit TNI ini mengaku regenerasi atlet Papua terputus. Hal itu merujuk capaian di PON Jabar, September tahun lalu.

“Kita tidak bisa tutup mata. Cabang olahraga unggulan kita banyak gagal rebut medali di PON Jabar,” bebernya.

Sebab itu KONI maupun cabang olahraga harus segera berbenah, untuk membina dan mencetak atlet-atlet baru.

“Berbicara PON 2020 kita sudah harus siapkan regenerasi atlet sejak jauh hari,” ungkapnya.

Komboy dan Sroyer sepakat bila kita ingin julukan Papua sebagai gudang atlet, maka pembinaan mutlak dilakukan.

“Jangan lagi kita mengambil atlet-atlet dari luar daerah, kalau kita masih mengaku diri adalah gudang atlet berprestasi,” demikian tegas Ismail Sroyer. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top